Dewan Monitoring Proyek Jalan Sungai Awan Kiri - Tanjungpura, Pengerjaan Capai 90 Persen
Meski progres sudah mendekati 100 persen, pihaknya tetap memberikan catatan kepada pelaksana untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Dewan Monitoring Proyek Jalan Sungai Awan Kiri - Tanjungpura, Pengerjaan Capai 90 Persen
KETAPANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang melalui Komisi IV Bidang Pembangunan melakukan monitoring pengerjaan proyek peningkatan struktur Jalan Sungai Awan Kiri - Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Senin (28/10/2019) sore.
Ketua Komisi IV, Achmad Sholeh ST M.Sos mengatakan, monitoring ke sejumlah mega proyek bersumber dari APBD tahun 2019 merupakan satu diantara terget kerja Komisi IV DPRD sebelum memasuki tahun 2020.
"Khusus monitoring Jalan Sungai Awan - Tanjungpura yang dikerjakan PT Bayu Karsa Utama senilai Rp 14 Miliar itu hasilnya sesuai harapan. Untuk progres pekerjaan dilapangan mencapai 90 persen," kata Achmad Sholeh saat dikonfirmasi, Rabu (30/10/2019).
Baca: TMMD Reguler ke-106, TNI Selesaikan Jembatan dan Ruas Jalan Desa Manua Sadap
Baca: Komisi IV DPRD Sorot Mega Proyek Jalan Pelang - Batu Tajam
Sholeh menjelaskan, dalam pengawasan pekerjaan ada beberapa poin yang menjadi titik perhatian.
Seperti penyerapan anggaran, ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan yang disesuaikan dengan RAB.
"Kita sesuaikan antara pekerjaan dengan RAB sekaligus mempertanyakan ke konsultan proyek. Terlebih dilapangan kita didampingi tim Dinas Pekerjaan Umum, asisten tekhnik, PPTK dan personil perusahaan," jelasnya.
Ia menilai, proyek tersebut diperkirakan selesai 15 hari kedepan.
Menurutnya, saat ini sedang mengerjakan dua jembatan beton yang menjadi salah satu item pekerjaan. Sementara item lain seperti beton jalan dan timbunan sudah selesai.
"Kemungkinan 15 hari kedepan bisa selesai. Dua jembatan beton tahap pengerjaan, sehingga kita berpendapat progres pekerjaan sekitar 90 persen," ucap politisi Golkar tersebut.
Meski progres sudah mendekati 100 persen, pihaknya tetap memberikan catatan kepada pelaksana untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Hal itu dimintanya karena khawatir musim penghujan.
"Catatannya, kita meminta kontraktor mempercepat pekerjaan. Tapi bukan berarti pelaksana tidak bisa selesai tepat waktu, namun kita khawatir dengan cuaca yang sudah memasuki musim penghujan," pintanya.
"Semoga jalan milik Kabupaten Ketapang yang sejak awal dibiayai oleh APBD ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita tetap mendorong pembangunan dilanjutkan tahun 2020," tandasnya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak