Komisi IV DPRD Sorot Mega Proyek Jalan Pelang - Batu Tajam

"Kita juga belum tahu permasalahan dilapangan. Sebab sampai sekarang pelaksana belum ada laporan soal progresnya

Komisi IV DPRD Sorot Mega Proyek Jalan Pelang - Batu Tajam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Ketapang, Martin Rantan bersama rombongan meninjau pembangunan Jalan Sungai Pelang - Batu Tajam, Rabu (8/8) malam. 

Komisi IV DPRD Sorot Mega Proyek Jalan Pelang - Batu Tajam

KETAPANG - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang Bidang Pembangunan akan melakukan monitoring ke sejumlah pengerjaan mega proyek di Ketapang.

Satu diantara objek monitoring adalah Jalan Pelang - Batu Tajam.

Ketua Komisi IV DPRD, Achmad Sholeh ST M.Sos mengatakan, monitoring dilaksanakan mulai 28 Oktober 2019, terutama pada pengerjaan mega proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.

"Hari Senin mulai monitoring pembangunan Jalan Sungai Awan - Tanjung Pura. Selasanya Jalan Pelang - Batu Tajam, diteruskan ke Mambok, Jelai Hulu dan Air Upas serta mega proyek lainnya," kata Achmad Sholeh, Sabtu (26/10) kemarin.

Sebagai tindak lanjut pasca monitoring, Komisi IV akan bicara langsung dengan kontraktor pelaksana beserta konsultan proyek yang didampingi pihak Dinas Pekerjaan Umum Ketapang. Tujuannya untuk mengetahui kendala dan progres pekerjaan.

"Kita juga belum tahu permasalahan di lapangan. Sebab sampai sekarang pelaksana belum ada laporan soal progresnya. Jadi saya tidak berani berstetmen lebih jauh sebelum melihat langsung ke lapangan," ujarnya.

Khusus Jalan Pelang - Batu Tajam, menurut Anggota DPRD Dapil VI ini merupakan proyek paling besar tahun 2019 menggunakan APBD. Karenanya, dia menegaskan,
sebelum batas waktu berakhir, pengerjaan harus selesai sesuai kontrak.

Baca: Dua Siswa Asal Ketapang Ikuti Kejurnas Grass Track di Brebes Jateng

Baca: VIDEO: Wabup Effendi Pimpin Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Kantor Dinas Pendidikan

"Tapi perlu diingat juga, jangan sampai bekerja mengejar terget untuk tepat waktu, tapi kualitas pekerjaan tidak terjamin. Sebab itu adalah jalan satu-satunya harapan masyarakat yang sekian tahun ditunggu oleh semua masyarakat penghuluan," tegasnya.

Ia menekankan, pelaksana mesti bekerja maksimal dengan kualitas pekerjaan secara baik. Terlebih puluhan Miliar APBD dikucurkan bukanlah angka yang kecil, sehingga wajar masyarakat menuntut kualitas.

"Jangan sampai Jalan Pelang - Batu Tajam sudah dianggarkan Rp 58 Miliar lebih, ternyata anggaran tidak terserap semua, akhirnya sia-sia. Kalau misalnya perusahaan tidak bisa mengerjakan, perlu ditindak tegas, bila perlu black list," ucap Politisi Golkar ini.

Baca: Muda Mahendrawan : Pemuda Jangan Galau

"Kita akan selalu mengawasi semua kegiatan yang berhubungan dengan kemaslahatan masyarakat. Termasuk memonitoring kurang lebih 15 paket mega proyek di Kabupaten Ketapang tahun 2019," pungkas Achmad Sholeh.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved