Sekda Sintang Dorong Penenun Olah Kain Tenun Jadi Kerajinan Tangan

Menurutnya, dengan kerajinan tangan selain kain tenun, akan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk membeli aneka kerajinan tangan.

Sekda Sintang Dorong Penenun Olah Kain Tenun Jadi Kerajinan Tangan
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Beri Motivasi: Sekda Sintang, Yosepha Hasnah memberikan motivasi kepada para penenun yang ada di Ensaid Panjang untuk membuat kreasi kain tenun menjadi produk kerajinan tangan. 
Sekda Sintang Dorong Penenun Olah Kain Tenun Jadi Kerajinan Tangan

SINTANG- Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah berkunjung ke Betang Ensaid Panjang untuk menemui para penenun.

Dalam kunjungannya bersama Kalfor Project-UNDP tersebut, Yosepha memotivasi pengrajin tenun untuk membuat kreasi lain selain kain tenun.

"Saya ingin mengajak pengrajin tenun untuk membuat produk lain selain tenun ikat. Kain tenun yang sudah dibuat bisa dikembangkan lagi ke produk atau bentuk lain seperti tas, baju, dompet, dan sampul buku," saran Yosepha, Senin (28/10/2019).

Menurutnya, dengan kerajinan tangan selain kain tenun, akan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk membeli aneka kerajinan tangan dengan harga terjangkau.

Baca: Siti Musrikah Sebut Pemasaran Tenun Ikat Sintang Lebih Baik dari Tempat Lain

Baca: FAKTA Unik Tenun Ikat Sintang, Jadi Objek Pemajuan Kebudayaan

"Kalau hanya ada kain tenun tentu harganya mahal dan agak sulit kalau dijadikan oleh-oleh. Kalau ada variasi lain, tentu harga bisa bervariasi," ujarnya.

Produk kerajinan tangan seperti Tas, baju dompet bisa dibuat dari sisa kain tenun yang terpotong.

Supaya, nilai tenun ikat khas sintang tetap ada meski diolah sedemikian rupa.

Yosepha berjanji, jika penenun berminat untuk mengembangkan kreasi tenunnya, maka pemerintah siap untuk mendampingi.

"Kami akan siapkan tim yang akan mendampingi ibu-ibu membuat produk ikutan dari tenun ikat ini sampai bisa. Pendampingan juga akan diberikan secara gratis, sampai ibu-ibu berhasil memodifikasi produk yang ada," kata Sekda.

Sekda berharap, banyaknya kunjungan wisatawan ke Ensaid Panjang berdampak juga terhadap para penenun, dengan menjual kreasi khas tenun ikat sintang dan produk lainnya.

"Produk ini akan laku karena produknya dibutuhkan pengunjung dan terjangkau. Dan mereka membutuhkan harga oleh- oleh yang terjangkau. Jadi pengunjung tidak hanya membeli kain tenun, juga membeli produk lain yang harganya terjangkau dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh," beber Yosepha. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved