TRIBUNWIKI

FAKTA Unik Tenun Ikat Sintang, Jadi Objek Pemajuan Kebudayaan

fakta unik tenun ikat sintang yang dijelaskan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, kenapa masuk dalam jenis OPD

FAKTA Unik Tenun Ikat Sintang, Jadi Objek Pemajuan Kebudayaan
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Seorang penenun sedang memintal benang menggunakan alat rajut tradisional. Tenun Ikat Sintang sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda. 

FAKTA Unik Tenun Ikat Sintang, Jadi Objek Pemajuan Kebudayaan

SINTANG - Tenun Ikat Sintang, masuk dalam salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang dapat mengakomodir tujuh jenis dari 10 jenis OPK berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Berikut fakta unik tenun ikat sintang yang dijelaskan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, kenapa masuk dalam jenis Objek Pemajuan Pendidikan (OPD):

1.       Tradisi lisan: Tenun ikat Sintang ditransfer secara turun temurun, dari nenek moyang ke anak cucu, generasi penerus merekaa akan tetap menenun.

Baca: Tenun Ikat Sintang Banyak Dapat Penghargaan, Sekda: Jangan Lengah, Kenalkan ke Generasi Muda

2.       Adat Istiadat:  Tenun ikat Sintang merupakan adat istiadat yang mempunyai aturan tertentu yang dipercayai oleh semua penenun, untuk tidak dilanggar, sesuai pakemnya.

3.       Ritual: Dalam proses pembuatan tenun ikat, para penenun harus terlebih dahulu melaksanakan ritual pada saat persiapan, pelaksanan dan setelah menenun.

4.       Pengetahuan Tradisional: Para penenun memiliki pengetahuan tradisional ada dalam bentuk buku dan dalam ingatan masing masing, dari nenek moyang hingga gerenasi saat ini.

Baca: Buka Festival Tenun Ikat di Museum Kapuas Raya, Sekda: Sudah Beberapa Kali dapat Penghargaan

5.       Teknologi Tradisional: Penenun tetap menggunakan alat sederhana yang masih terpelihara hingga saat, yang belum tersentuh mesin. Maupun alat mesin produksi massal lainnya.

6.       Seni:  Melalui tenun ikat tercipta karya, karsa dan cipta berupa motif tenun yang penuh makna dan cerita, berisi petuah bijak dari para leluhur pada generasi muda.

7.       Bahasa: yang mana para penenun mengunakan bahas asli ibu dalam proses mentranfer ilmu pengetahuan menenun kepada anak cucunya. 

Baca: Pelatihan Tenun Ikat Corak Insang Se-Kota Pontianak

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved