Orok Bayi Terbungkus Kain Ditemukan Mengapung di Sungai, Kondisinya Mengenaskan
Penemuan mayat bayi di pangkalan speed Jalan Gusti Situt Mahmud Kelurahan Siantan Tengah, Senin (28/10) hebohkan warga setempat
Orok Bayi Terbungkus Kain Ditemukan Mengapung di Sungai, Kondisinya Mengenaskan
PONTIANAK - Penemuan mayat atau orok bayi di pangkalan speed Jalan Gusti Situt Mahmud Kelurahan Siantan Tengah, Senin (28/10) hebohkan warga setempat.
Bagaimana tidak, jenazah bayi malang tersebut ditemukan mengampung di sungai dengan balutan kain di tubuhnya.
Kapolsek Pontianak Utara Kompol Abdullah Syam mengatakan, mayat bayi yang mengapung di sungai pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang juga penambang speed bernama Nahu (57), sekitar pukul 07:30 WIB.
Baca: Fuzi: Pemuda Indonesia Harus Cermat Menyikapi Pesatnya Perkembangan Teknologi Informasi
Baca: Penemuan Mayat Bayi Mengapung di Sungai Kapuas Gegerkan Warga Pontianak
Baca: Kartika Putri Panik Putri Kecilnya Dilarikan ke Rumah Sakit, Habib Usman Beber Penyakit Bayi Khalisa
"Saksi bernama Nahu ini awalnya hendak menarik tali speed atau memindahkan posisi speed nya untuk mengambil penumpang. Ketika itu saksi melihat ada bungkusan kain yang mencurigakan dengan posisi berada di antara tumpukan sampah yang mengapung," ujarnya.
"Kemudian saksi mengambil bungkusan kain tersebut dan menekannya sehingga terasa seperti bayi, setelah itu saksi yang merasa curiga membawa bungkusan kain tersebut ke pangkalan kemudian membuka bungkusan kain tersebut, dan saat dibuka berisi mayat bayi berjenis kelamin laki-laki," sambung Kapolsek.
Saksi yang membuka bungkusan kain, kata dia, menemukan mayat bayi laki-laki dengan keadaan yang mengenaskan.
Kondisi mayat bayi tersebut sudah membengkak, dan pada bagian muka dan kepala sudah hancur sebagian.
Saksi kemudian melaporkan kepada anggota Polsek terkait penemuan mayat bayi tersebut.
Anggota Polsek Pontianak Utara beserta tim Inafis Polresta Pontianak langsung menuju lokasi.
Setelah dilakukan pemeriksaan, mayat bayi tersebut kemudian dibawa ke RSUD Soedarso, dan rencananya akan diserahakn ke Dinas Sosial.
Kapolsek juga menerangkan, diduga mayat bayi tersebut merupakan hasil hubungan diluar nikah yang sengaja dibuang oleh orang tuanya dengan cara dihanyutkan ke Sungai Kapuas.
"Kami juga telah melakukan koordinasi dengan Unit Reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut guna memcari tahu keberadaan pelaku. Dan untuk mayat bayi akan dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Sosial untuk pemakaman jenazah bayi ini," pungkasnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak