Arief Poyuono Tak Mau Prabowo Disebut Pembantu Jokowi, Yunarto Sampaikan Undang-undang No 39 2008

Arief Poyuono Tak Mau Prabowo Disebut Pembantu Jokowi, Yunarto Sampaikan Undang-undang No 39 2008

Arief Poyuono Tak Mau Prabowo Disebut Pembantu Jokowi, Yunarto Sampaikan Undang-undang No 39 2008
Kolase/Youtube Mata Najwa
Arief Poyuono dan Yunarto Wijaya 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono tak mau Prabowo disebut sebagai pembantu Presiden Jokowi.

Menurut Arief Poyuono, saat ini Prabowo yang menjabat Menteri Pertahanan adalah pengabdi negara.

"Pengabdi negara mbak, jangan pembantu," kata Arief Poyuono menyela pernyataan Najwa Shihab dalam program Mata Najwa, Rabu (23/10/2019) malam.

"Pengabdi negara tapi menjalankan fungsi sebagai pembantu Jokowi," kata Najwa Shihab.

Arief Poyuono lagi-lagi mencoba meluruskan. "Bukan pembantu. Pengabdi negara," katanya.

Baca: Adian Napitupulu: Apakah Posisi Prabowo Subianto Sebagai Menteri Pertahanan Akan Berlangsung Lama?

Baca: Waketum Gerindra Arief Poyuono Sebut Jokowi dan Prabowo Sama-sama Curang di Pilpres 2019

"Nggak ada undang-undangnya bahwa seorang menteri itu pembantu negara. Nggak ada," kata Poyuono.

"Yang ada sebagai anggota kabinet. Nggak ada pembantu. Nggak ada kata-kata pembantu," kata Arief.

Arief kemudian memintan untuk ditunjukkan undang-undang yang mengatakan bahwa seorang menteri itu pembantu.

"Nggak ada," kata Arief.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya meminta Arief lebih ikhlas menempatkan posisi Prabowo dengan Gerindra.

Halaman
123
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved