Yayasan Solidaridad Diskusi Bersama Petani dan Pedagang Perwakilan dari 4 Desa di Landak

FGD berkaitan dengan penilaian kerentanan penghidupan berbasis pertanian, kehutanan, dan perkebunan terhadap perubahan iklim.

Yayasan Solidaridad Diskusi Bersama Petani dan Pedagang Perwakilan dari 4 Desa di Landak
TRIBUNPONTIANAK/ALFON PARDOSI
Yayasan Solidaridad melaksanakan FGD bersama perwakilan Petani dan Pedagang di dari 4 Desa di Kecamatan Ngabang pada Rabu (23/10/2019). 

Yayasan Solidaridad Diskusi Bersama Petani dan Pedagang Perwakilan dari 4 Desa di Landak

LANDAK - Yayasan Solidaridad menggelar Forum Group Diskusi (FGD) di Aula Kantor Camat Ngabang bersama perwakilan petani dan pedagang dari empat Desa di Kecamatan Ngabang pada Rabu (23/10/2019).

FGD yang dilaksanakan tersebut, berkaitan dengan penilaian kerentanan penghidupan berbasis pertanian, kehutanan, dan perkebunan terhadap perubahan iklim.

Kegiatan pun dibuka langsung oleh Camat Ngabang Y Nomensen, dengan dihadiri sekitar 80an peserta yang berasal dari berbagai kalangan di Kecamatan Ngabang yang mengerti mengenai pengelolaan dan pemanfaatan air, sistim usaha tani, pasar dan perubahan-perubahan penggunaan lahan.

Baca: Dinas Lingkungan Hidup Bekerjasama dengan Solidaridad Indonesia Untuk Pengembangan Agroforestri

Baca: Solidaridad Indonesia Bersama DPRKPLH Kalbar Gelar Lokakarya Perubahan Iklim

Selain itu juga para pedagang atau pengumpul komoditi pertanian atau perkebunan dan aparat Desa. Adapun Desa yang diundang dalam FGD ini 4 Desa yakni Desa Temiang Sawi, Desa Ambarang, Desa Munggu, dan Desa Engkadu.

"Kami dari pihak Kecamatan berterimakasih kepada Yayasan Solidaridad yang meluangkan waktu serta merencanakan kegiatan FGD ini di Kecamatan Ngabang," ujar Camat Ngabang Y Nomensen saat membuka acara.

Menurut Camat, FGD yang digelar oleh Yayasan Solidaridad ini ada kaitannya dengan sosialisasi dengan perubahan iklim yang terjadi selama ini. Camat berharap, dalam FGD ini peserta diharapkan bisa memberikan saran dan masukan kepada tim Yayasan Solidaridad.

Sementara itu Field Officer (FO) Solidaridad untuk Kabupaten Landak Irwan Matsyah menjelaskan, FGD yang digelar oleh Yayasan Solidaridad ini ada di 7 Kabupaten di Kalimantan Barat. Diantaranya Mempawah, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Irwan mengatakan, peserta yang hadir mengikuti FGD berasal dari beberapa kelompok, yaitu ada kelompok perubahan lahan, kelompok usaha tani, kelompok sumber daya air dan kelompok tentang pasar.

Kelompok-kelompok yang dibentuk ini diharapkan bisa memberikan penjelasan kepada Yayasan Solidaridad. Sehingga dari hasil penjelasan kelompok-kelompok ini, bisa menjadi data Yayasan Solidaridad.

"Dimana nantinya dapat memberikan program sesuai dengan karakteristik di Desa atau di Kecamatan tersebut," jelas Irwan. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved