Dinas Lingkungan Hidup Bekerjasama dengan Solidaridad Indonesia Untuk Pengembangan Agroforestri

Dinas lingkungan hidup Kabupaten Sintang berkerjasama dengan Solidaridad Indonesia menyelenggarakan Workshop Pengembangan

Dinas Lingkungan Hidup Bekerjasama dengan Solidaridad Indonesia Untuk Pengembangan Agroforestri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Foto bersama Bupati Sintang Jarot Winarno dan Perwakilan Solidaridad Indonesia serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, pada Workshop Pengembangan Agroforestri di aula CU Keling Kumang, Selasa (1/10/2019). 

Dinas Lingkungan Hidup Bekerjasama dengan Solidaridad Indonesia Untuk Pengembangan Agroforestri

SINTANG - Dinas lingkungan hidup Kabupaten Sintang berkerjasama dengan Solidaridad Indonesia menyelenggarakan Workshop Pengembangan Agroforestri Pada Area Penggunaan Lain (APL) Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang

Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Joanna Fransisca, selaku panitia kegiatan menyampaikan kegiatan tersebut dilatar belakangi oleh bencana asap yang meluas pada September 2019 lalu.

Menurutnya perlu adanya kolaborasi pemerintah, organisasi non pemerintah dan masyarakat, salah satunya dengan melakukan penerapan agroforestri berbasis masyarakat.

"Kita harapkan nantinya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan benar," kata Joana. "Karna pengelolaan lahan dengan pola agroforestri dapat juga mendukung ekonomi masyarakat," tambahnya.

Sedangkan kegiatan tersebut bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai program agroforestri yang akan dilakukan tahun 2020.

Baca: Jumat Bakti Akan Jadi Agenda Rutin Untuk Menjaga Lingkungan Hidup di Sintang

Baca: Urus Izin Galian C, Dinas Lingkungan Hidup Singkawang Hanya Beri Rekomendasi Kelayakan Lingkungan

Baca: Cinthia Kusuma Rani, Duta Lingkungan Hidup yang Wakili Indonesia di Ajang Miss Eart Internasional

Adapun peserta workshop ini terdiri dari perwakilan 16 desa, 10 kelompok, dari 5 kecamatan, diantaranya: Kecamatan Kelam Permai, Dedai, Kayan Hilir, Tempunak dan Sepauk.

Sementara itu dijelaskan pula bahwa Solidaridad Indonesia telah merangkai sejarah panjang bekerjasama dengan pemerintah, masyarakat, dan mitra lokal sejak 2008.

Di kabupaten Sintang sendiri Solidaridad telah melakukan berbagai kegiatan sejak tahun 2012.

Dan dimulai dari tahun 2019 hingga 2023, Solidaridad Indonesia akan akan menjalankan program yang disebut Inisiatif Pemerintah Untuk Petani Berkelanjutan dan Ramah Iklim (NISCOPS).

Sebagai implementasi program, dua provinsi di pilih yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Di Kalimantan Barat dilakukan di 7 Kabupaten yaitu Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Landak, Bengkayang, dan Mempawah.

Solidaridad Indonesia berorientasi pada program dan kegiatan yang menciptakan ekonomi berkelanjutan dan Inklusif untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya terhadap penghidupan masyarakat lokal tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadis Lingkungan Hidup kabupaten Sintang, Darmanata beserta Kadis Pertanian dan Perkebunan, Elisa Gultom.

Hadir pula sejumlah tokoh masyarakat.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved