Solidaridad Indonesia Bersama DPRKPLH Kalbar Gelar Lokakarya Perubahan Iklim

ia mengatakan bahwa, untuk provinsi Kalbar sendiri ada tujuh kabupaten yang menjadi wilayah program dari Solidaridad Indonesia.

Solidaridad Indonesia Bersama DPRKPLH Kalbar Gelar Lokakarya Perubahan Iklim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUZAMMILUL ABRORI
Suasana diskusi Lokakarya yang diadakan oleh, Solidaridad Indonesia bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kalbar di Hotel Mercure kota Pontianak, pada Kamis (19/9/2019). 

Solidaridad Indonesia Bersama DPRKPLH Kalbar Gelar Lokakarya Perubahan Iklim

PONTIANAK - Solidaridad Indonesia bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kalbar, menggelar Lokakarya yang membahas perubahan iklim dan dampaknya, terhadap keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat berbasis pertanian dan kehutanan di Kalbar, pada Kamis (19/9/2019).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure Pontianak tersebut, dihadiri pula oleh Kepala Dinas DPRKPLH Kalbar Adi Yani, Penasihat Solidaridad Indonesia Gusti Muhammad Hatta, serta 50 peserta yang berasal dari berbagai instansi terkait di Provinsi/Kabupaten Kalbar.

Manajer Program Perubahan Iklim Solidaridad Indonesia, Jimmy Wilopo menjelaskan, program dari Solidaridad Indonesia ini, terutama program perubahan iklim harus didasari dengan kajian terhadap dampak dan resiko perubahan iklim tersebut. 

Baca: Gandeng Solidaridad, Pemkab Landak Kembangkan Perkebunan Kakao

Baca: Bupati Sintang Tandatangani LOI Program Kemitraan Solidaridad Perpamsi

"Bertujuan supaya kita bisa mengidentifikasi, menemukenali mengenai tantangan, dampak, dan resiko. Dan mungkin juga nanti, setelah sampai mengetahui itu semua, diharapkan supaya program perubahan iklim solidaridad itu lebih terarah, fokus, dan strategi apa yang bisa dirumuskan. Lalu kegiatan apa yang bisa diimplementasikan agar bisa lebih terarah," jelasnya kepada Tribun.

Kemudian melihat pula Kalbar yang merupakan provinsi ketiga terbesar di Indonesia dalam konteks perubahan iklim.

Menjadi termasuk satu diantara wilayah yang memiliki potensi berdampak terhadap perubahan iklim.

Karena masyarakat yang masih bergantung pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan untuk sumber penghidupannya.

Baca: Solidaridad Ingin Perkenalkan Komoditas Teh Asli Kalimantan Untuk Ditanam di Sintang

Baca: Solidaridad Gandeng Pemprov Kalbar Guna Atasi Perubahan Iklim

Lalu ia mengatakan bahwa, untuk provinsi Kalbar sendiri ada tujuh kabupaten yang menjadi wilayah program dari Solidaridad Indonesia.

"Lalu kenapa solidaridad mengumpulkan temen-temen dari OPD tujuh kabupaten ini, yang pertama pasti tujuh kabupaten ini adalah wilayah programnya Solidaridad Indonesia di Kalbar. Yaitu kita mulai dari ada sisi Hulu, mencakup Kapuas Hulu, dan Sintang. Kemudian sisi tengahnya ada Sekadau, Sanggau, Landak. Lalu di sisi Hilir, itu adalah Bengkayang dan Mempawah," terangnya.

Dalam kesempatan itu pula, ia berharap dengan mengumpulkan teman-teman OPD ini, nantinya Solidaridad Indonesia bisa mendapat masukan.

"Baik itu berupa pengalaman, ataupun kejadian-kejadian yang ada dalam memori mereka, sampai ke program-program khusus dari masing-masing dinas dan ataupun KPH yang turut hadir," ungkapnya.

Menurutnya, agar nantinya bagaimana mereka bisa mengatasi ataupun menjawab tantangan perubahan iklim ini.

"Baik itu mitigasinya maupun adaptasinya," katanya. (Muzammilul Abrori) 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved