Advetorial

Robo-robo di Mempawah, Raja Mardan Adijaya Sampaikan 6 Pesan Sebagai Pemimpin dari Ayahandanya

Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim mengatakan robo-robo merupakan peringatan kedatangan leluhurnya

Robo-robo di Mempawah, Raja Mardan Adijaya Sampaikan 6 Pesan Sebagai Pemimpin dari Ayahandanya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Raja Mempawah ke-XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim 

Robo-robo di Mempawah, Raja Mardan Adijaya Sampaikan 6 Pesan Sebagai Pemimpin dari Ayahandanya

MEMPAWAH - Pada Festival Robo-robo di Mempawah, Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim mengatakan robo-robo merupakan peringatan kedatangan leluhurnya Opu Daeng Menambon ke tanah mempawah.

Ia juga menyampaikan beberapa pesan yang ia terima secara turun temurun dari leluhurnya.

"Pesan ayahanda saya kalau jadi pemimpin ada 6 prinsip, memimpin masyarakat dan rakyat maka pemimpin dan rakyatnya satu tujuan yang sama, maka terjatuh sama-sama dan maju sama-sama.

"Kemduian pemimpin harus memiliki mimpi yang besar untuk maju, seperti itulah harapan kami ke bupati seperti pembangunan pelabuhan kijing ini mari kita bersama menggapai mimpi tersebut.

"Pemimpin yang bisa memisahkan yang besar mana yang kecil, pemimpin yang bisa mengangkat derajat. Pemimpin yang mau mendengarkan keluh kesah, pemimpin yang membersihkan dirinya yang tidak merasa benar sendiri," ujarnya

Ia mengatakan dari keraton tidak banyak minta hanya meminta agar ingatlah dulu disini ada leluhur mereka.

Baca: Muda Mahendarawan: Robo-robo Momen Jalin Kebersamaan

Baca: Rangkaian Puncak Festival Robo-robo di Mempawah, Dipusatkan di Dermaga Kuala Mempawah

Baca: Lestarikan Budaya Tolak Bala, Festival Robo-Robo Kembali Digelar di Sungai Kakap

"Di belakang keraton bisa jadi cagar alam karena ada 44 hektare lahan, kita ingin menjaga lingkungan kita. Benteng kota batu jangan sampai hilang karena ini sebagai bukti sejarah kita yang luar biasa," katanya.

Ia mengatakan robo-robo ini bukan hanya milik kerabat keraton saja dan bukan hanya satu etnis saja. Karena menurtnya saat Opu Daeng Manambon tiba di memapwah juga telah ada beragam etnis yang menetap.

"Ayo sama-sama mengembangkan robo-robo ini event bersama artinya milik semua etnis di mempawah dan kita bisa menjaga ketentraman bersama. Terimakasih juga kepada panitia lokal jalin kebersamaan kita karena kita bersatu demi mempawah indonesia kedepan yang lebih maju," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved