Santy Lusiana Nilai Robo-robo Punya Potensi Masuk ke Calendar Of Event Kemenpar

Santy Lusiani, mengatakan pada intinya pemerintah mendukung festival di daerah yang mengangkat budaya masing.

Santy Lusiana Nilai Robo-robo Punya Potensi Masuk ke Calendar Of Event Kemenpar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Bupati Mempawah, Erlina saat melakukan jiarah ke makam Opu Daeng Menambon sebagai rangkaian Festival Budaya Robo-robo, selasa (22/10) 

Santy Lusiana Nilai Robo-robo Punya Potensi Masuk ke Calendar Of Event Kemenpar

MEMPAWAH - Kepala Sub bidang promosi wilayah Sabah dan Brunai, Santy Lusiani, mengatakan pada intinya pemerintah mendukung festival di daerah yang mengangkat budaya masing.

Tentu harapannya, bisa menjadi ajang daerah utnuk melestarikan adat dan ritual yang ada.

"Kita berharap festival seperti ini bisa berkembang, dengan keunikannya, dimana ini kita melihat masih berupa event daerah," ujarnya.

Di kementrian menurutnya ada program kalander of event setiap tahun memilih 100 event terbesar di seluruh indonesia. Tentunya harapannya pula robo-robo dapat menajdi bagian dari event tersebut.

Baca: Erlina Harapkan Festival Robo-robo Menjadi Event Nasional

Baca: Muhammad Pagi Imbau Masyarakat Jaga Ketertiban dan Keamanan Selama Perhelatan Robo-robo

Baca: Festival Budaya Robo-robo 2019 akan Tampilkan Kesan Berbeda kepada Masyarakat

"Berawal dari inilah kita berharap masing-masing daerah bisa memberikan yang baik. Untuk masuk pastinya ada tim kurator minimal 3 tahun berturut-turut dilaksanakan. Kemudian pengunjung nya juga ada kriteria misalnya wisnu dan wisatawan mancanegara," katanya.

Kendati baru kali pertama melihat festival robo-robo namun ia menilai ritualnya, cukup banyak dan ada keunikan dan bisa diperbesar lingkupnya.

"Kalau masuk kalender of event kementrian akan mendukung walaupun tidak 100 persen karena kita juga meminta ceo di daerah yang penting komitmen, kita mendorong agar lebih serius. Apalagi Mempawah dekat dengan perbatasan, karena kita targetnya mancanegara, kalau bisa ini dijadikan paket wisata," tuturnya.

Tentu menurutnya jika sudah menjadi agenda nasional maka ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

"Indikator yang perlu dipenuhi antara lain, pertama atraksi, artinya harus menarik, tidak biasa dan lain dari yang lain, dikemas menarik. Kemudian aksesibilitas, ini bagaimana wisman bisa menuju ke lokasi, kalau dari luar bisa direct flight kalau dari jalur darat mungkin bisa ada transportasinya maka ini bisa di prioritaskan oleh pemerintah daerah.

"Tidak kalah penting Amenitas, artinya akomodasi, restoran perlu dipenuhi, karena wisatawan perlu kenyaman, istirahat dan restoran untuk cari makan, dan kegiatan lain di malam hari," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved