Muhammad Pagi Imbau Masyarakat Jaga Ketertiban dan Keamanan Selama Perhelatan Robo-robo

Maka dari itu kata Muhammad Pagi, penting kita membangun ukhuwah islamiyah, persatuan dan kesatuan kita juga harus dibangun.

Muhammad Pagi Imbau Masyarakat Jaga Ketertiban dan Keamanan Selama Perhelatan Robo-robo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ANSHORY
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, saat diwawancara awak media 

Muhammad Pagi Imbau Masyarakat Jaga Ketertiban dan Keamanan Selama Perhelatan Robo-robo

MEMPAWAH- Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah menjaga ketertiban dan keamanan selama perhelatan festival budaya robo-robo.

Festival akan berlangsung selama 30 hari, mulai 9 Oktober sampai 9 November 2019.

Diapun berharap semoga kegiatan robo-robo bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

"Semoga kegiatan robo-robo tahun ini bisa lebih meriah dari tahun lalu dan harapan kami juga kegiatan ini bisa berjalan lancar aman tertib sesuai dengan keinginan kita semua," ujarnya, Rabu (9/10/2019).

Baca: Festival Budaya Robo-robo 2019 akan Tampilkan Kesan Berbeda kepada Masyarakat

Baca: Jawab Polemik Isu Syirik Budaya Robo-robo, BEM STAI Mempawah Kupas Tuntas di Dialog Kebudayaan

"Saya menghimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan, manfaatkan event robo-robo ini sebagai event budaya, yang mana ini memiliki makna penting mengandung syiar islamiah," tambahnya.

Maka dari itu kata Muhammad Pagi, penting kita membangun ukhuwah islamiyah, persatuan dan kesatuan kita juga harus dibangun.

"Jangan sampai ada yang mencederai kegiatan ini dengan tindakan tindakan yang merugikan kita semua," imbuhnya.

Mewakili Pemerintah Daerah, Muhammad Pagi mengapresiasi panitia lokal robo-robo 2019 yang di ketuai oleh Mohlis Saka.

"Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Mempawah mengapresiasi panitia lokal, tahun ini nampaknya kegiatan robo-robo sudah terstruktur dan terjadwal. Dimulai dari acara di hari pertama ini yakni doa tolak bala," katanya.

Muhammad Pagi menyebutkan, bahwa doa bersama merupakan tradisi masyarakat Kabupaten Mempawah.

Segala sesuatu kegiatan yang akan dilakukan untuk kepentingan masyarakat ramai diawali dengan doa.

"Setelah doa ini barulah rangkaian kegiatan selanjutnya yang telah diprogramkan oleh panitia akan berlanjut, pada prinsipnya kita sebagai Kepala Daerah tetap mendukung dan kita bersyukur ini sudah bisa berjalan mudahan bisa selesai tanpa hambatan," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved