Festival Budaya Robo-robo 2019 akan Tampilkan Kesan Berbeda kepada Masyarakat

Robo-robo tahun 2019 ini akan berlangsung satu bulan penuh, dimulai 9 Oktober sampai 10 November 2019.

Festival Budaya Robo-robo 2019 akan Tampilkan Kesan Berbeda kepada Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK/Ya' M Nurul Anshory
Panitia robo-robo Kabupaten Mempawah menggelar doa bersama dan makan tambol saprahan sebelum malam pembukaan, Rabu (9/10/2019). 

Festival Budaya Robo-robo 2019 akan Tampilkan Kesan Berbeda kepada Masyarakat

MEMPAWAH- Festival budaya robo-robo di Kabupaten Mempawah resmi dibuka pada Rabu (9/10/2019) malam oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi.

Robo-robo tahun 2019 ini akan berlangsung satu bulan penuh, dimulai 9 Oktober sampai 10 November 2019.

Ketua Panitia Lokal Robo-robo 2019, Mohlis Saka mengatakan, tahun ini tajuk utama event budaya yang di angkat adalah "Membangun Mempawah, Menjaga Budaya, dan Tradisi Bermarwah,".

Tajuk tersebut sebgaja di pilih sebab akan ada sesuatu yang berbeda pada festival event budaya robo-robo tahun ini.

Baca: Sabli: Even Robo-Robo Potensi Wisata Budaya Kalbar

Baca: Hadiri Kegiatan Robo-robo di Desa Punggur Kecil Kubu Raya, Gubernur Kalbar Sosialisasi Desa Mandiri

"Pada festival budaya robo-robo tahun ini kita ingin mengubah mindset masyarakat, yang mana selama ini orang hanya mengenal robo-robo dengan festival keramaian yang berbau jual beli pasar murah dan sebagainya, nah tahun ini kita akan merubah itu semua dengan menekankan kepada kegiatan budaya dan kearifan lokal, tanpa menghapus semua aktivitas jual beli tersebut," paparnya.

Mohlis mengatakan, selama ini mungkin masyarakat banyak yang bertanya-tanya kenapa robo-robo dimulai dua pekan sebelum hari Rabu terakhir di Bulan Safar.

Dia menjelaskan, Rabu terakhir Bulan Safar akan jatuh pada 23 Oktober 2019, yang mana sebelumnya robo-robo di mulai pada tanggal dan hari tersebut, maka tahun ini akan ada sedikit perbedaan.

"Nah, kenapa dua minggu sebelumnya kita sudah melaksanakan kegiatan salah satunya dengan melakukan pembacaan doa tolak bala ini, yang mengundang seluruh elemen masyarakat termasuk pejabat daerah karena kami ingin merubah sedikit mindset masyarakat tentang robo-robo," katanya.

Mohlis menuturkan, bahwa saat ini semua orang sudah tahu bahwa robo-robo ini adalah budaya masyarakat Kabupaten Mempawah yang sudah masuk dalam kategori budaya nasional.

Halaman
123
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved