KISAH Iptu Syarif Muhammad Fitriansyah, Ajudan Ganteng Jokowi Asal Kota Pontianak yang Pernah Viral

Iptu Syarif juga menyebutkan, Jokowi adalah sosok pendengar yang baik jika mendapat keluhan dari masyarakat...

KISAH Iptu Syarif Muhammad Fitriansyah, Ajudan Ganteng Jokowi Asal Kota Pontianak yang Pernah Viral
Kolase/Instagram @syrfxvii
KISAH Iptu Syarif Muhammad Fitriansyah, Ajudan Ganteng Jokowi Asal Kota Pontianak yang Pernah Viral 

Dampingi Jokowi di Pelantikan Presiden

Dilansir dari akun instagramnya, saat-saat menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, Iptu Syarif masih turut mendampingi Jokowi.

Mengunggah momen Jokowi yang saat itu didampingi putra sulungnya Gibran Rakabuming menemui warga disekitar istana merdeka. 

"Sebelum menuju kantor DPR/MPR, Bapak @jokowi dan Putra Pertama beliau menyapa warga masyarakat yang berada di depan Istana Merdeka,"tulisnya

Warganet kemudian mengucapkan terimakasih atas pengabdiannya turut serta mendampingi Presiden RI selama 5 ahun ini. 

sumarkoteguh Semoga abang tetap menjadi ajudan pak jokowi ..

ahmatmamet10 Makasih mas sudah membantu Bapak Presiden..

raisa_belis_2828 Terimakasih sudah menjaga Bapak Presiden Jokow

Momen Jokowi Pinjam Punggung Asisten Ajudan untuk Tanda Tangan

Ada momen menarik saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Bali.

Ia dan Ibu Negara sempatkan meninjau Pasar Seni Sukowati pada Jumat, 14 Juni 2019.

Ada seorang pria yang tiba-tiba menyeruak barisan paspampres.

Pria itu membawa selembar foto resmi Presiden Jokowi dan meminta tanda tangan.

Jokowi sempat kebingungan untuk membubuhkan tanda tangan.

Tiba-tiba, Asisten Ajudannya membungkukan badan agar Jokowi bisa tanda tangan. Asisten Ajudan itu bernama Ajun Komisaris (Pol) Syarif Muhammad Fitriansyah.

 

Momen Jokowi "meminjam" punggung ajudannya, saat kunjungan kerja ke Bali, itu terlihat di postingan akun Instagram @Jokowi, Jumat (14/6/2019).

Di keterangan caption, Jokowi bercerita secara runut kronologi saat foto tersebut diambil.

"Sesaat setelah meninjau Pasar Sukawati, pagi tadi, seorang pria mencegat saya di jalan keluar.

Di tangannya ada selembar kertas. Ternyata itu foto saya.

Rupanya, ia hanya ingin meminta tanda tangan. Katanya untuk kenang-kenangan.

Ya sudah, berbantalkan punggung ajudan, foto itu saya tanda tangani," tulisnya.

Foto ajudan
Foto ajudan "meminjami" Jokowi punggungnya. (instagram.com/jokowi)

Ternyata, sang ajudan juga membagikan momen itu di akun Instagramnya, @syrfxvii.

Syarif Muhammad Fitriansyah mengaku bangga atas tindakannya.

Pasalnya, momen presiden menggunakan punggung ajudan sebagai "meja" untuk menulis sesuatu pernah terjadi dua kali.

Yakni dilakukan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Soeharto.

"Saat punggung menjadi bantalan tanda tangan seorang Presiden, ada sebersit rasa bangga dalam diri ini.. terlebih peristiwa ini seperti mengulang suatu peristiwa yang melegenda..
.
Selalu siaga saat ada kejutan di kunjungan kerja @jokowi," tulisnya, dikutip TribunJatim.com, Minggu (16/6/2019).

Postingan ajudan Presiden Jokowi.
Postingan ajudan Presiden Jokowi. (instagram.com/syrfxvii)

Postingan Syarif Muhammad Fitriansyah ini ramai dikomentari warganet.

Banyak yang memuji tindakannya sebagai ajudan presiden.

ismarandriyani4: Keren!!! Sebagai orang pontianak, saya ikut bangga melihat putra pontianak yg menjadi ajudan Bapak Presiden RI
Semangat terusssss mas, semoga allah melindungi dmn pun berada

doc.run: Kebanggaan!!!!!

iryofanardi: Subhanallah kak Syarif... Aku sangat heran sama kakak. Bagaimana cara kakak menghormati/menuruti pak jokowi sampai gitu smangat terus kak,sehat selalu,dan sukses terus kedepannya

iwansetyawan: Kejadian dan foto bersejarah!

shopmenstyle3: Oh ini yg lagi viral, punggung mu tak ternilai Komandan begitu kokoh untuk topangan coretan Sang Presiden. Sukses selalu

nadiaatmaji: Semakin lama semakin bangga ya bang

Yuk Intip Potret-potretnya!

1. Kawal Presiden Jokowi

#1

#2

2. Bersama Ibunda

3. Bersama Istri dan Anak

4. Saat Menjadi Narasumber di Kalbar

5. Bersama Gubernur Kalbar

6. Bangga Gunakan Pakaian Adat Dayak

7. Suka Olahraga

8. Sekaligus Travelling

Cerita Asisten Ajudan Presiden Jokowi

Sebelumnya Iptu Syarif Muhammad Fitriansyah dan Lettu Teddy Indra Wijaya sempat diperkenalkan oleh Jokowi di akun instagramnya @jokowi

Namun belum diketahui akan mendampingi Jokowi di masa jabatannya pada periode 2019-2024?

"Teddy Indra Wijaya dan Syarif Muhammad Fitriansyah, adalah dua perwira muda TNI dan Polri yang sehari-hari mendampingi saya sebagai Asisten Ajudan Presiden.

Ini kisah mereka tentang impian, tugas-tugas, juga tentang keseharian bersama saya.

Video selengkapnya di: https://youtu.be/ykEmN-5HBeM,"tulisnya

Membahas kedua ajudan Jokowi, publik seolah diingatkan kembali akan tayangan YouTube mereka yang sempat viral.

Siapa sangka sosok kedua ajudan Jokowi ini beberapa waktu lalu sempat viral di kalangan publik.

Kedua pria tampan yang terpilih menjadi ajudan Jokowi kala itu adalah Letnan Satu Teddy Indra Wijaya dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah.


Dua orang yang pernah menjadi ajudan Presiden Joko Widodo, Letnan Satu Teddy Indra Wijaya (kanan) dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (Iptu) Syarif Muhammad Fitriansyah (kiri).
Dua orang yang pernah menjadi ajudan Presiden Joko Widodo, Letnan Satu Teddy Indra Wijaya (kanan) dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (Iptu) Syarif Muhammad Fitriansyah (kiri). ((ISTIMEWA/Channel Youtube Presiden Joko Widodo))

Keduanya viral saat menceritakan pengalamannya menjadi ajudan orang nomor satu di Indonesia ini.

Melansir dari tayangan YouTube Presiden Joko Widodo, keduanya mengaku tak percaya dapat terpilih menjadi ajudan Presiden Jokowi.

"Kami diseleksi dari masing masing angakatan kemudian saya terpilih dari TNI, Syarief dari kepolisian," kata Teddy.

Teddy mengaku sama sekali tidak pernah terpikirkan menjadi ajudan presiden.

"Nggak ada sama sekali mas, tidak terpikirkan," tambahnya.

Begitu juga dengan rekannya, Syarief yang tak pernah bermimpi menjadi ajudan seorang presiden.

"Mimpi aja tidak pernah," ujar Syarief.

Keduanya pun menjelaskan perbedaan ajudan presiden dengan Pasukan Pengaman Presiden atau Paspampres.

Letnan Satu Teddy Indra Wijaya, ajudan Presiden Jokowi
Letnan Satu Teddy Indra Wijaya, ajudan Presiden Jokowi (YouTube)

"Kalau paspampres pengamanan kalau kita kegiatan bapak sehari hari, sehingga bapak bekerja lancar dan nyaman," kata Teddy.

Syarif lalu menuturkan pengalaman dirinya mendampingi Jokowi keliling lima provinsi dalam lima hari.

"Jadi bapak itu pernah, pagi terbang ke Aceh setelah itu ke Banjarmasin setelah itu ke Halmahera Maluku Utara, setelah itu lanjut lagi ke Papua untuk melihat perkembangan jalan. Selama lima hari, satu hari satu provinsi," kata Syarif.

Teddy juga menceritakan segala macam kegiatan Jokowi saat melakukan kunjungan.

"Pertama tiba di kota tujuan bisa melakukan macam-macam, bisa dimulai dari pembagian kartu indonesia pintar (KIP). sertifikat tanah peresmian atau peninjauan. break saat makan siang," kata Teddy.

Tak hanya itu, Teddy juga menyebutkan bahwa sang presiden justru jarang beristirahat.

Bahkan setibanya di hotel, Jokowi rupanya tidak langsung beristirahat.

Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah, ajudan Presiden Jokowi
Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah, ajudan Presiden Jokowi (YouTube)

"Tiba di hotel bapak tidak serta merta istrahat, di situ bapak memikirkan yang lain, bukan memikirkan kunker, pikirkan kegiatan nasional, internasional ada apa. Telpon menteri, telpon pejabat ini," kata Teddy.

Menjadi orang yang paling dekat dengan Jokowi, Teddy dan Syarief pun sudah tak kaget dengan hal-hal tak terduga yang dilakukan Jokowi.

Rupanya hal-hal tersebut sudah menjadi ciri khas bagi Jokowi setiap melakukan kunker alias kunjungan kerja.

"Banyak kegiatan yang tak terduga turun pesawat yang harusnya istirahat. Karena lewat mal, tiba-tiba beliau bilang 'saya pengen ke situ , sampai di hotel ke situ," kata Syarif.

Mendengar itu, ajudan pun mendapat pertayaan, kapan sebenarnya Presiden Joko Widodo ini punya waktu untuk beristirahat?

Rupanya kedua ajudan tersebut memiliki jawaban tersendiri untuk pertanyaan tersebut.

"Kalau ketemu warga menurut saya bapak istirahat. Karena bapak gembira tertawa. Kemudian salaman menurut saya itu yang membuat bapak istirahat," kata Teddy.

Lebih lanjut Teddy juga mengungkapkan bahwa selama istirahat, Jokowi juga masih tetap melakukan beberapa aktivitas.

Kalau sendiri atau sudah selesai kegaitan, nonton Youtube, baca berita, buka sosial media bacain direct massage (DM) yang dikirim km tuh bapak baca lho. Oh ini apa nih, coba dicek bener ngga keluhan yang ngirim tadi," kata Teddy.

Iptu Syarif juga menyebutkan, Jokowi adalah sosok pendengar yang baik jika mendapat keluhan dari masyarakat.

"Bapak itu orangnya pendengar, apalagi dengan masyarakat benar-benar dengarkan kata per kata, kira-kira warga butuh apa," kata Syarif.

Menjadi seorang ajudan, berbagai pengalaman unik juga dialami oleh Teddy dan Syarief.

Termasuk menjadi fotografer dadakan saat Presiden diajak foto bersama warga masyarakat.

Menjadi tukang foto, rupanya Teddy dan Syarief juga dituntut untuk sempurna.

Saat melihat fotonya jelek atau kabur, Presiden Jokowi akan mengembalikan dan meminta sang ajudan memfoto ulang.

"Bagi rakyat yang sudah jauh datang 3 Km, 5 Km, mereka minta foto dengan presiden, kita fotokan lalu bapak ngecek foto jelek foto ngeblur dibalikin lagi HP-nya ke saya. Saya fotin lagi sampai fotonya bagus. Lalu bapak bilang ke warga terima nih fotonya hasilnya bagus," kata Syarif.

Ajudan Jokowi jadi fotografer dadakan
Ajudan Jokowi jadi fotografer dadakan (YouTube)

Syarief menyebut kesediaan Jokowi berfoto adalah sebuah kenangan manis bagi masyarakat.

"Itu rakyat senangnya luar biasa, menurut saya itu hal kecil tapi senangnya sudah luar baisa," kata Syarif.

Lima tahun mendampingi sang presiden, keduanya pun mengaku punya hal kecil yang paling berkesan.

"Kalau saya dipanggil nama, pangkat belum tinggi juga tapi sudah dipanggil nama oleh presiden itu hal yang luar biasa bagi saya," kata Syarif.

"Kalau saya diucapin terima kasih, bayangin terima kasih ya, bagi saya senang banget," kata Teddy.

Saat ditanya pernahnya diajak Jokowi curgat keduanya pun hanya saling melihat.

"Rahasia mas, namanya curhat masa saya kasih tau," kata Teddy lalu terawa.

Teddy tak ingin membocorkan curhat Presiden Jokowi kepadanya
Teddy tak ingin membocorkan curhat Presiden Jokowi kepadanya (YouTube)

Teddy menyebut jika Presiden Jokowi adalah sosok yang kerja keras dan sosok yang sangat perhatian dengan keluarga.

Hal senada juga disampaikan oleh Syarif.

Menurutnya Jokowi adalah seorang pemimpin yang mampu memberikan teladan nyata bagi publik.

"Sebagai presiden RI pemimpin 260 juta penduduk ngga gampang, tapi beliau bisa juga memberikan contoh. sebagai bapak bagi keluarga beliau. ya sebagai family man," kata Syarif.

Selanjutnya mereka pun diminta menyampaikan dua kata yang bisa menggambarkan Presiden Joko Widodo.

"Bapak itu banyak idenya," kata Teddy.

"Iya. Undpredictable," kata Syarif.

Kapolri sebut ajudan presiden adalah hanya untuk orang terpilih

Sebagian anggota Polri mengincar jabatan sebagai ajudan presiden.

Konon katanya, anggota Polri yang sudah pernah menjabat sebagai ajudan presiden akan lebih mudah mendapatkan posisi yang lebih strategis di Polri.

Padahal, menjadi ajudan tidak seperti jabatan Kapolres yang bisa memimpin anak buah dan menjadi 'penguasa' wilayah.

Lalu mengapa jabatan ajudan presiden ini menjadi sangat bergengsi?

"Karena kalau menjadi Kapolres bisa banyak. Yang bisa menjadi Kapolda banyak, direktur reserse banyak, tapi untuk menjadi ajudan adalah orang terpilih," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Menurutnya, menjadi ajudan presiden adalah orang-orang pilihan.

Tidak sembarangan personel Polri yang bisa menjadi ajudan presiden dan harus melalui proses seleksi yang ketat.

"Terpilih dalam bidang semua hal, kesehatan, jasmani, psikologi, kecerdasan, chemistry yang susah," katanya.

Polri selalu merekomendasikan anggota pilihan yang terbaik.

Mayoritas ajudan presiden adalah peraih Adhimakayasa atau yang terbaik dari angkatannya.

Tetapi yang terpenting, seorang ajudan yang akan dipilih oleh pimpinan adalah yang dapat dipercaya.

Siapa sangka untuk menjadi seorang ajudan presiden memanglah tidak mudah.

Lantas seperti apakah nasib dua ajudan Jokowi setelah pelantikan presiden 20 Oktober 2019?

Apakah Letnan Satu Teddy Indra Wijaya dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah akan tetap dipertahankan?

Atau justru akan ada pergantian? mari kita tunggu kabar baiknya. 

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved