Anak di Bawah Umur Tersangka Curanmor Mengaku Khilaf

Anak di bawah umur yang berinisial PYP (16) saat di tanyakan mengapa sampai nekat mencuri motor yang bukan miliknya, dikarenakan khilaf

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolsek Sambas Kompol Sunarno saat menunjukkan tersangka (Baju kuning) kepada awak media. 

Anak di Bawah Umur Tersangka Curanmor Mengaku Khilaf

SAMBAS - Anak di bawah umur yang berinisial PYP (16) saat di tanyakan mengapa sampai nekat mencuri motor yang bukan miliknya, dikarenakan khilaf.

Ia menceritakan, sebelumnya ia tidak berniat melakukan pencurian motor tersebut.

Karena ia datang ke lokasi kejadian, lantaran ingin meminjam motor temannya untuk pulang ke rumahnya di Sabung, Kecamatan Subah.

"Tidak ada niat bang, kemarin saya kesana karena sudah janji dengan kawan untuk pinjam motor. Tapi dia lama keluar dari kelas, dan saya tidak ada handphone untuk menghubungi," ujarnya, Sabtu (19/10/2019).

"Lalu saya lihat ada kunci motor yang jatuh tidak jauh dari motor, dan saya coba ternyata cocok. Saya khilaf lalu membawa motor itu," katanya.

PYP yang mengaku sudah tidak lagi sekolah karena terkendala biaya itu menjelaskan, setelah itu ia langsung melarikan motor itu dan membawanya pulang ke rumahnya di Sabung.

Baca: Polisi Beberkan Kronologi Pencabulan Anak Dibawah Umur yang Alami Keterbelakangan Mental

Baca: Kapolres Singkawang Beberkan Kronologi Pencabulan Anak Dibawah Umur

Sesampainya di rumahnya, ia memposting foto motor yang baru saja ia curi di salah satu Media Sosial untuk kemudian di jual.

"Habis itu di posting di Facebook, lalu ada yang mau beli janjian ketemu di pantai sinam Pemangkat," bebernya.

Dan sekira pukul 19.00 Wib PYP sepakat untuk menjual sepeda motor tersebut kepada TLB, dengan nilai Rp.1.600.000.

Dan sekira pukul 20.00 wib tersangka yang ditemani oleh rekannya menyerahkan sepeda motor tersebut di salah satu kantin di pantai Pemangkat.

PYP pun menjual motor hasil curiannya dengan di tukarkan satu unit Handphone yang di taksir senilai Rp 1,2 juta, dan si tambah uang sebesar Rp 400 ribu.

Berdasarkan petunjuk yang ada, kemudian polisi berhasil menangkap PYP di salah satu rumah kos yang ada di dusun Tumok.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved