Mulyadi: LPTQ Terus Bergerak Mencetak Genarasi Muda Qurani
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak, Mulyadi memaparkan Khataman Massal tahun ini memang jumlah peserta
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Madrosid
Mulyadi: LPTQ Terus Bergerak Mencetak Genarasi Muda Qurani
PONTIANAK - Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak, Mulyadi memaparkan Khataman Massal tahun ini memang jumlah peserta tidak sebanyak tahun lalu yang mencapai 28 ribu peserta hingga berhasil memecahkan Rekor MURI.
Menurutnya hal tersebut dibatasi lantaran kapasitas Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang terbatas, kendati demikian antusias para peserta untuk mengikuti khatam quraan cukup besar.
"Tahun ini memang kita batasi karena kapasitas masjid terbatas. Ini pun sudah cukup membludak pesertanya," ujarnya sesaat setelah ikuti Khataman Quran Massal di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (19/10/2019)
Selain khataman Quran, kepanitian juga telah menggelar beberapa lomba dalam rangka pembinaan bagi anak-anak dalam memahami isi kandungan Alquran.
Baca: Pemda Siap Dukung Program Dari LPTQ Sekadau
Baca: Sambut STQ Tingkat Provinsi Kalbar, Ketua LPTQ Singkawang Ajak Warga Jadi Tuan Rumah yang Baik
Baca: Tim Asistensi LPTQ Kalbar Tinjau Persiapan STQ Tingkat Kalbar di Singkawang
Diantaranya, lomba adzan yang diikuti 236 peserta, Lomba Dai Cilik 48 peserta dan Lomba Imlak 57 peserta.
Peserta berasal dari berbagai sekolah, baik sekolah umum maupun sekolah berbasis keagamaan.
Hasilnya, tak sedikit pemenang berasal dari sekolah umum atau bukan dari sekolah berbasis keagamaan.
"Ini juga sebagai indikator bahwa pembinaan keagamaan itu di sekolah-sekolah negeri yang bukan berbasis keagamaan sudah berjalan," ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya menuturkan LPTQ senantiasa melakukan evaluasi seluruh kegiatan yang digelar pihaknya. Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan keagamaan di masyarakat juga gencar digalakkan.
Seperti halnya upaya mencetak generasi Qurani, berbagai pusat pelatihan dibuka untuk masyarakat meningkatkan kapasitasnya.
"Di Pontianak Timur ada Pusat Pelatihan Tahfiz dan Pontianak Utara juga ada pusat pelatihan khusus tuna netra," ujarnya.
"Kita fokus pada tilawah dan tahfiz, meskipun cabang-cabang lainnya juga menjadi perhatian kita," pungkasnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pelajar_20161012_154306.jpg)