Napi Gantung Diri

Kapolresta Ade Ary Ungkap Fakta Terbaru Kematian Warga Binaan Lapas Kelas 2 A Pontianak

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kematian warga binaan Lapas Kelas 2 A Pontianak yang ditemukan tewas

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolresta Pontianak AKBP Ade Ary Syam Indradi 

Kapolresta Ade Ary Ungkap Fakta Terbaru Kematian Warga Binaan Lapas Kelas 2 A Pontianak

PONTIANAK - Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kematian warga binaan Lapas Kelas 2 A Pontianak yang ditemukan tewas tergantung di toilet kamar blok B5 yang bernama Bong Min (46).

Beberapa fakta baru diungkap termasuk hasil visum atas mayat korban yang diungkapkan oleh Kapolresta Pontianak AKBP Ade Ary Syam Indradi.

Ia mengatakan, hasil visum dari keterangan dokter secara lisan terhadap korban menyatakan bahwa diduga meninggal akibat gantung diri, yang kematiannya diduga karena jeratan tali.

"Hasil visum sudah ada tapi masih disampaikan secara lisan kepada saya tadi, bahwa keterangan dari dokter korban ini diduga meninggal akibat gantung diri. Dan penyebab kematian korban diduga karena jeratan tali, jadi kesimpulan kami dari hasil penyelidikan sementara korban meninggal akibat gantung diri," ujarnya saat diwawancarai Tribun, Kamis (17/10).

Baca: BREAKING NEWS: Warga Lapas Kelas II A Pontianak Pesan Ganja 16 Kilogram

Baca: HEBOH Ada Komunitas Pria Bercadar & Berhijab (Crosshijaber), Bebas Masuk Toilet Wanita! MUI Cemas

Baca: UNGKAP Penyebab Kematian Warga Binaan Lapas, Polisi akan Pastikan Lewat Hasil Visum

Ade Ary menegaskan, berdasarkan fakta-fakta yang ada bahwa sementara korban meninggal akibat gantung diri, dan untuk jenazah saat ini sudah diserahkan ke pihak keluarga.

Ia juga mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, korban ditemukan gantung diri di dalam sebuah toilet yang terkunci dari dalam dengan kondisi pintu di slot dari dalam.

Berdasarkan keterangan saksi yang pertama kali menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di dalam toilet setelah mengintip.

"Nah kemudian pintu didobrak karena terkunci dari dalam. Di TKP kita menemukan korban dalam kondisi tergantung menggunakan tali rapia, dengan jarak antara lantai dengan dek sekitar 190 cm lebih tinggi daripada tubuh korban. Dan ditemukan sebuah kursi yang diduga digunakan korban untuk memanjat," jelasnya.

Ade Ary juga mengungkapkan, bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, pada leher korban terdapat bekas-bekas jeratan tali simpul yang menghadap keluar. Kemudian lidah korban itu terjulur sedikit," ungkapnya.

Selain itu, pada alat vital korban juga mengeluarkan sperma, dan pada bagian anus korban juga mengeluarkan kotoran sedikit. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved