Kepala Sekolah Ditusuk
Dinas Pendidikan Sintang Berduka, Kepala Sekolah Tewas Setelah Ditusuk Pisau Dapur
Kabar Sukimin tewas dibunuh diterima Yustinus pada Kamis pagi, saat itu dia sedang ngopi bareng mantan Kapolsek Tempunak.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
Dinas Pendidikan Sintang Berduka, Kepala Sekolah Tewas Setelah Ditusuk Pisau Dapur
SINTANG - Dunia pendidikan di Kabupaten Sintang berduka atas kehilangan sosok Sukimin yang tewas dibunuh dengan sebilah pisah dapur oleh FS di Desa Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kamis (17/10/2019) pagi.
Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, sosok Sukimin bukan sekadar Kepala Sekolah SD 24 Desa Mensiap Baru.
Lebih dari itu, almarhum merupakan tokoh pejuang pendidikan.
“Kami kehilangan sosok guru dan kepala sekolah. Kami turut berduka cita dan berbela sungkawa. Beliau adalah pejuang pendidikan di Mensiap Baru,” kata Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus.
Sosok Sukimin, terang Yustinus sangat berdedikasi terhadap dunia pendidikan di Desa Mensiap Baru.
Almarhum, kata Yustinus sudah menjabat kepala sekolah sejak tahun 2013 silam.
Selain itu, Sukimin juga dikenal sangat ramah dengan masyarakat dan jalinan komunikasi dengan Dinas Pendidikan sangat baik.
Baca: Dapat Bantuan 185 Ikat Rotan, Pengrajin Siap Jadikan Kerajinan Bernilai Tinggi
Baca: Agung Minta Pembunuh Ayahnya Dihukum Berat
“Saya tahu persis beliau seperti apa. Kebetulan waktu saya jadi Kepsek SMP di sana, saya sudah kenal beliau,” ungkap Yustinus.
Kabar Sukimin tewas dibunuh diterima Yustinus pada Kamis pagi, saat itu dia sedang ngopi bareng mantan Kapolsek Tempunak.
Yustinus berharap penegak hukum memberikan hukuman setimpal terhadap pelaku yang dengan tega membunuh tokoh pejuang pendidikan di Desa Mensuap Baru tersebut.
“Aparat harus bertindak tegas terhadap pelaku, walaupun dia itu keluarga. Kami minta dituntut hukuman berat. Bagaimanapun beliau itu pejuang pendidikan,” tegas Yustinus.
Minta Pelaku Dihukum Berat
Agung, anak pertama Sukimin dari tiga saudara ini berusaha tegar menghadapi musibah yang menimpa ayahnya tersebut.
Matanya memerah menahan air mata kehilangan sosok ayah yang tewas dengan cara dibunuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/almarhum-sukimin.jpg)