Dilantik Sebagai Dewan Pengawas PDAM, Ini Terobosan Didit Richardi

Ini yang lagi disusun. Insyaallah sebelum akhir tahun ini kami bisa sudah bisa nyusun bersama pengawas dan direktur,

Dilantik Sebagai Dewan Pengawas PDAM, Ini Terobosan Didit Richardi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Dewan Pengawas PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau masa jabatan tahun 2019-2023, Didit Richardi. 

Dilantik Sebagai Dewan Pengawas PDAM, Ini Terobosan Didit Richardi

SANGGAU -Bupati Sanggau, Paolus Hadi memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah/janji dewan pengawas PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau masa jabatan tahun 2019-2023 di Aula Kantor Bupati Sanggau, Kamis (17/10/2019). 

Adapun dewan pengawas yang dilantik yakni, Didit Richardi yang juga sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau.

Baca: Lantik Dewan Pengawas PDAM, Ini Harapan Bupati Paolus Hadi

Baca: JR-Ku Aplikasi Pelayanan dari Jasa Raharja.

Didit Richardi menyampaikan, akan berkerjsama dengan Direktur PDAM, sesuai dengan programnya yakni menekan kebocoran serta mengembangkan sistem informasi manajemen.

"Karena nanti itu hulunya, hilirnya sebelumnya saya turun masa jabatan, saya ingin PDAM bersama Direktur ini menjadikan PDAM sehat dan kinerja baik, "kata Didit Richardi.

Kemudian, dalam waktu dekat kita juga akan menyusun rencana bisnis 2020-2024. Itu yang menjadi dasar PDAM akan berkerja.

"Ini yang lagi disusun. Insyaallah sebelum akhir tahun ini kami bisa sudah bisa nyusun bersama pengawas dan direktur," tambah Didit Richardi.

Baca: VIDEO: Persiapan Tim Bola Tangan untuk Tanding di Pra PON Jateng

Indikator PDAM kinerja baik dan sehat yakni untuk jangka panjang, ia mendorong PDAM menjadi sehat karena indikator BPPSPAM Kemenpu PR, nilai PDAM sekarang 2,3 dan untuk menjadi sehat minimal 2,8.

"Tinggal 0,5. Ada tiga indikator yakni SDM, keuangan dan operasional. Jadi masing-masing harus bisa mengejar ini semua supaya bisa menyumbang angka 2,8. Jika sudah 2,8 bearti sehat," jelas Didit Richardi.

Kemudian kinerja baik berdasarkan Kepmendagri nomor 47, nilai kita sekarang 47, 71 untuk baik itu nilainya diatas 60.

"Setelah saya pelajari laporan hasil kinerja oleh BPKP, ternyata bisa kita tindaklanjut, bisa kita tingkatkan kinerja, "pungkas Didit Richardi.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved