Advetorial

Harapan Dewan Pendidikan Pada HUT Pemkot Singkawang ke-18

Dewan Pendidikan Kota Singkawang, Helmi Fauzi sangat mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang

Harapan Dewan Pendidikan Pada HUT Pemkot Singkawang ke-18
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dewan Pendidikan Kota Singkawang, Helmi Fauzi. Ist 

Harapan Dewan Pendidikan Pada HUT Pemkot Singkawang ke-18

SINGKAWANG - Dewan Pendidikan Kota Singkawang, Helmi Fauzi sangat mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang yang telah melaksanakan program pembangunan di Kota Singkawang.

Dirinya juga mengapresiasi warga Singkawang yang sangat cerdas dari aspek sosiokultural yang merupakan hasil dari pendidikan yang telah dilaksanakan di Kota Singkawang.

Dari aspek geografi, Singkawang dilihat sebagai pusat kota, daerah pinggiran dan daerah pedalaman. Pada aspek pemerataan pembangunan diharapkan pemerintah terus memperluas akses di daerah pedalaman.

"Perlunya infrastruktur jalan, penerangan lampu supaya akses daripada pemerataan pembangunan itu tidak hanya dirasakan di pusat kota," katanya, Rabu (16/10/2019).

Dirinya mengapresiasi kinerja wali kota dan leading sektor di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang membuat pendidikan Kota Singkawang sangat bagus.

Baca: Penguman: Pendaftaran Pemilihan Anggota Dewan Pendidikan Kalimantan Barat 2019-2024

Baca: Viral Warga Sakit Ditandu, Wali Kota Singkawang Perintahkan Lurah dan Camat Cek Kebenaran

Baca: TMMD ke-106, Kodim 1202/Singkawang Bantu Bangun Rumah Warga di Desa Mekar Jaya

Banyak terobosan yang dilakukan hingga eksistensi pendidikan di Kota Singkawang cukup eksis di Kalbar.

Beberapa siswa bisa dikirim dalam kancah nasional. Selain itu sudah ada empat negara yang melirik pendidikan di Kota Singkawang.

Negara tetangga Malaysia sudah menjajaki kerjasama dengan memberikan kesempatan kepada anak Singkawang untuk belajar di sana.

Singkawang juga sudah mempunyai akses beasiswa untuk belajar di RRC dan Taiwan khususnya bahasa Mandarin.

"Kemudian dari Australia dimana program mereka dari Australi datang ke Singkawang melihat bagaimana masalah pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, sampai dengan SMA maupun perguruan tinggi," tuturnya.

Satu hal yang perlu diapresiasi mereka melihat Singkawang secara spesifik dengan heteregonitas (keanekaragaman) publik.

Namun dalam kesehariannya baik dalam pendidikan formal dan non formal maupun di dalam masyarakat ada sikap toleransi yang tinggi.

Terjadinya toleransi yang tinggi ini akibat dari berhasilnya sistem pendidikan. Hal ini berarti di dalam sekolah tidak hanya guru memindahkan kemampuannya kepada anak didik, tetapi juga memberikan pendidikan karakter.

"Selain menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan," ujarnya.

Ia berharap pemerintah terus memperluas akses pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah pinggiran.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved