Lantik Pengurus PMK, Ini Pesan Ketua STKIP Melawi

Semua kegiatan yang dilakukan PMK selama ini pada dasarnya sudah sangat baik, akan tetapi tantangan PMK ke depan lebih berat.

Lantik Pengurus PMK, Ini Pesan Ketua STKIP Melawi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Minggu 13 Oktober 2019, bertempat di ruang 01 dan 02 Ketua STKIP Melawi, Septian Peterianus, SS, M.Hum melantik kepengurusan Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) STKIP Melawi, Periode 2019-2020. 

Lantik Pengurus PMK, Ini Pesan Ketua STKIP Melawi

MELAWI - Minggu 13 Oktober 2019, bertempat di ruang 01 dan 02 Ketua STKIP Melawi, Septian Peterianus, SS, M.Hum melantik kepengurusan Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) STKIP Melawi, Periode 2019-2020.

Adapun yang terpilih sebagai ketua PMK adalah Juana Siska dari Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Semester Tujuh (7), menggantikan Rio Alfarizi ketua PMK periode 2018-2019 dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Semester 7.

Turut hadir dalam acara pelantikan ketua PMK yang baru adalah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Melawi Dimas Lantang bersama Pembina PMK Emayus Acai M.A.

Baca: PMKRI Gelar Dialog Publik Terkait Problematika Pemindahan Ibukota Ke Kalimantan

Baca: Pastoral Care PMKRI Santus Albertus Magnus Cabang Sungai Raya di Dusun Gutok, Sadaniang

Dalam sambutannya, Ketua STKIP Melawi menyambut positif dan memberikan apresiasi kepada pengurus PMK Periode 2018-2019 yang telah bekerja dengan baik menghidupkan organisasi ini dari nol.

Semua kegiatan yang dilakukan PMK selama ini pada dasarnya sudah sangat baik, akan tetapi tantangan PMK ke depan lebih berat lagi karena harus harus mampu berinovasi dan menggali potensi yang ada dalam diri mahasiswa agar tetap eksis dan terus berkembang menjadi organisasi yang produktif dalam segala hal.

Pesan saya untuk ketua PMK, pemimpin itu harus bertanggung jawab dan harus punya program kerja yang jelas agar semua kegiatan mahasiswa bisa terealisasi dengan baik.

Pada akhirnya tujuan kita berorganisasi adalah untuk belajar mengembangkan diri menjadi mahasiswa yang komunikatif, kritis dan memiliki kemampuan intelektual yang baik dibidangnya masing-masing. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved