Perkembangan Batik dan Sejarahnya
Dengan proses yang sedikit rumit, terciptanya batik ternyata sudah ada sejak perkembangan kerajaan Majapahit.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
Perkembangan Batik dan Sejarahnya
PONTIANAK - Batik dikenal dengan keunikan motif, ragam, corak dan warnanya.
Dengan proses yang sedikit rumit, terciptanya batik ternyata sudah ada sejak perkembangan kerajaan Majapahit.
Kesenian batik secara umum meluas di Indonesia dan secara khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX, loh teman-teman.
Perlu teman-teman ketahui nih, seorang peneliti dari Belanda G.P. Rouffaer, melaporkan bahwa batik dengan pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 diKediri, Jawa Timur.
Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.
Uniknya, dalam literatur Eropa teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles.
Baca: Sutarmidji Dukung Kreatifitas Anak-anak Daerah Dalam Membatik
Baca: Danlantamal XII Pontianak Beserta Istri Ikut Membatik di Peringatan Hari Batik Nasional 2019
Baca: VIDEO: Rumah Batik Kampung Kamboja Buat Batik Tulis Terpanjang Se-Kalbar
Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda.
Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia tepatnya ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya.
Nah, tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan. Sejak saat itu, setiap tanggal 2 Oktober, kita memperingati Hari Batik Nasional.
Hingga kini, disetiap daerah di seluruh Indonesia memiliki ciri khas kain batiknya sendiri, loh, teman-teman. Karena dahulu itu batik hanya digunakan disebagian besar keluarga kerajaan saja.
Lambat laun, kesenian batik berkembang dan mulai dikenal masyarakat luas dan mulai dipelajari oleh rakyat biasa. Dan setelah perkembangannya semakin pesat, teknik kesenian membuat batik tidak hanya dengan tulis tangan atau menggunakan canting, tetapi bisa juga menggunakan teknik batik cap atau printing.
Tidak hanya itu, jika dahulu batik hanya digunakan untuk model pakaian saja, sekarang banyak kita temui kalau batik bisa menjadi aksesoris lainnya, seperti tas, sepatu, dompet dan banyak lagi.
Kalau teman-teman suka motif batik apa, jangan lupa untuk terus ikut melestarikan budaya serta batik khas daerah kalian ya.
Ardi Kurniawan
SMAN 7 pontianak
@ardik.06
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kampung-batik-kamboja.jpg)