Bangunan Suaka Enggang di Kabupaten Sintang Dipertanyakan
Masyarakat Sintang, kata Roni bertanya untuk apa sebenarnya Suaka Enggang yang dibangun di atas tanah Taman Wisata Alam (TWA) Baning.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Bangunan Suaka Enggang di Kabupaten Sintang Dipertanyakan
SINTANG- Bangunan Pusat konservasi Burung Enggang (Sanctuary) di Taman Wisata Alam (TWA) Baning Sintang dipertanyakan oleh masyarakat.
Pasalnya, sejak selesai dibangun, bangunan pusat penyelamatan burung maskot Kalbar hingga kini belum juga difungsikan oleh BKSDA Kalbar.
“Apa fungsinya itu. Habiskan tanah, tapi tidak difungsikan,” kata warga Sintang, Syahroni kepada Tribun Pontianak, Minggu (12/10/2019).
Masyarakat kata Roni, berhak tahu alasan kenapa bangunan yang sudah rampung tidak segera difungsikan.
Baca: 7 Wisata Bersejarah di Kabupaten Sekadau, Lawang Kuari Hingga Batu Bertulis
Baca: Kondisi Bangunan Sanctuary Enggang Terurus, Tapi Belum Kunjung Difungsikan
Masyarakat Sintang, kata Roni bertanya untuk apa sebenarnya Suaka Enggang yang dibangun di atas tanah Taman Wisata Alam (TWA) Baning.
“Jika memang bangunan itu untuk penangkaran, atau pelestarian burung Enggang, kenapa kok belum difunsikan. Jangan sampai, uang sebesar 3 miliar yang digunakan hanya jadi bangunan kosong,” tegas Roni.
Roni meminta agar BKSDA Kalbar segera memanfaatkan Suaka Enggang tersebut, supaya tidak menjadi bangunan kosong.
“Kalau sudah difungsikan, paling tidak bisa menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat,” desaknya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/suaka-enggang-yang-ada-di-taman-wisata-alam-baning.jpg)