Fakta Menarik Keluarga Tinggal Digubuk, Pernah Dapat Bantuan Bedah Rumah Dari Pemkot Pontianak

Pemerintah Kota Pontianak melalui kelurahan Siantan Hulu telah melakukan investiasi terkait viralnya kisah satu kelurga yang tinggal digubuk

Fakta Menarik Keluarga Tinggal Digubuk, Pernah Dapat Bantuan Bedah Rumah Dari Pemkot Pontianak
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah dermawan saat mengunjungi keluarga Sapriadi dan Lena yang tinggal bersama empat anaknya di gubuk di Gang Kelompok Tani, Jalan Selat Panjang II, Desa Mega Timur, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (12/10/2019) siang. Sejumlah dermawan berupaya menawarkan solusi kepada keluarga ini untuk pindah ke tempat yang lebih layak. 

Fakta Menarik Keluarga Tinggal Digubuk, Pernah Dapat Bantuan Bedah Rumah Dari Pemkot Pontianak

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak melalui kelurahan Siantan Hulu telah melakukan investiasi terkait viralnya kisah satu keluarga yang tinggal digubuk tidak layak huni.

Berita ini sempat menghebohkan, lantaran kisah sedih yang disampaikan Lena sebagai orangtua dengan empat anak tinggal pada tempat tidak layak.

Saat dihubungi, Lurah Siantan Hulu, Tirta menegaskan pihaknya telah mendatangi langsung dan melakukan investigasi terhadap yang bersangkutan dan didapatkan fakta-fakta bahwa pernah mendapatkan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kota Pontianak.

"Bersangkutan bersama empat anaknya saat ini masih tercatat sebagai penduduk Kelurahan Siantan Hulu, Gang Bentasan 1, Jalan Kebangkitan Nasional," ucap Tirta, Sabtu (12/10/2019).

Baca: Pemkot Pontianak Gelar Pekan Hortikultura ke IV dan Kontes Tanaman Hias

Baca: FOTO: Sejumlah Dermawan Kunjungi Gubuk Yang Ditempati Keluarga Sapriadi dan Lena Bersama 4 Anaknya

Baca: PENYEBAB Keluarga Lena Huni Gubuk Bermaterial Seng Bekas Kandang Ayam, Anak Terpaksa Putus Sekolah

Kemudian dijelaskan Tirta, sewaktu di Gang Bentasan 1, Keluarga Lena menumpang ditanah milik keluarganya dan pernah mendapatkan bantuan bedah rumah.

Bahkan yang bersangkutan juga aktif membawa anak-anak ke Posyandu sesuai dengan data yang ditelusuri pihak kelurahan.

"Terakhir yang bersangkutan tinggal di rumah mertuanya di Jalan Gusti Situt Mahmud, Gang Swadaya, dan sudah diusulkan untuk mendapatkan program sosial," tegas Tirta.

Namun dalam dua minggu terakhir, yang bersangkutan meninggalkan rumah mertuanya dan tidak ada kabar berita mengenai kepindahnya di Desa Mega Timur, Kubu Raya.

Bahkan RT setempat baru mengetahui dalam beberapa hari ini.

Status yang bersangkutan merupakan istri kedua dari suaminya yang sekarang dan hanya melangsungkan pernikahan secara agama.

Tirta menegaskan hasil kunjungan tim Kelurahan Siantan Hulu, dikediamannya terdapat banyak donatur yang berdatangan untuk melihat kondisi serta memberikan bantuan.

"Solusi yang kami berikan agar yang bersangkutan membawa keluarganya pindah ke tempat sementara yang lebih layak, berada tidak jauh dari lokasi saat ini untuk keamanan dan kesehatan anak-anaknya, namun suami yang bersangkutan masih keberatan untuk pindah," jelas Tirta.

Kemudian adapula donatur yang menawarkan akan membangunkan atau membelikan rumah yang bersangkutan, namun menunggu keputusan suaminya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved