Atbah: Pemerintah Peduli Keamanan di Laut

Yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir dan perbatasan laut dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut.

Atbah: Pemerintah Peduli Keamanan di Laut
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Rencana Pembentukan Kelompok Potensi Maritim di aula Kantor Desa Kuala, Kecamatan Selakau. 

Atbah: Pemerintah Peduli Keamanan di Laut

SAMBAS - Sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat maritim, khususnya masyarakat yang berada di pesisir dan perbatasan.

Dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan laut, Direktorat Kerjasama melalui Subdit Pengembangan Potensi Keamanan dan Keselamatan Laut (P2K2L) merumuskan sebuah konsep kegiatan Relawan Penjaga Laut Nusantara (RAPALA).

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan dengan hadirnya program itu maka itu adalah sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap keamanan laut.

"Kabupaten Sambas memiliki potensi laut yang besar, hal tersebut menjadikan laut memiliki peranan penting sebagai alur perlintasan perdagangan internasional yang memungkinkan banyaknya terjadi tindak kejahatan di laut," ujar Atbah Romin Suhaili,Kamis (10/10/2019).

Hal itu ia sampaikan, pada saat menghadiri Sosialisasi Rencana Pembentukan Kelompok Potensi Maritim di aula Kantor Desa Kuala Kecamatan Selakau.

Baca: Pangdam XII/Tpr Cetak Gol dalam Laga Persahabatan Melawan Tim Jurnalis-DPRD Sambas

Baca: Sutarmidji: Binsis Jasa Modal Utama Kepercayaan

Ia menjelaskan saat ini banyak terjadi tindak kejahatan di laut, diantaranya adalah penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), pelanggaran bidang mineral dan pertambangan, kejahatan imigrasi, pelanggaran dokumen kapal muatan dan orang, kejahatan bidang perminyakan, pengangkutan hasil hutan dan pencemaran laut serta perompakan.

"Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) yang bertanggung jawab atas pencegahan kejahatan di laut sangat membutuhkan peran serta masyarakat pesisir dan perbatasan dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut," jelas Atbah.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika RAPALA, terdiri dari unsur pengguna laut, nelayan, pelaku usaha perikanan, pelaku usaha wisata bahari, tokoh masyarakat, akademisi dan aktivis lingkungan lainnya.

Yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir dan perbatasan laut dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut.

"Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan mampu menyatukan persepsi dan konsep pembangunan pesisir dan perbatasan laut di Kab Sambas," tuturnya.

Untuk itu, Atbah menyampaikan terimakasih kepada pihak - pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan menjembatani program atau kegiatan kebijakan kemaritiman antar daerah dan pusat.

Ia pun berharap, nantinya kegiatan tersebut bisa menjadi langkah awal untuk menjadikan Kabupaten Sambas sebagai kawasan sadar keamanan dan keselamatan laut. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved