Penipu dengan Modus Meminta Sumbangan Ditangkap, Pelaku Ngaku Ustaz dan Berbekal Dokumen

Pelaku penipuan dengan modus meminta sumbangan untuk masjid dan lomba quran mengatasnamakan ustaz yang cukup terpandang ditangkap.

Penipu dengan Modus Meminta Sumbangan Ditangkap, Pelaku Ngaku Ustaz dan Berbekal Dokumen
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaku Berinisial R (30) penipuan dengan modus meminta sumbangan untuk masjid dan lomba quran ditangkap di Komplek Sepakat Asri, Jalan dr Wahidin, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Senin (07/10/2019) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Penipu dengan Modus Meminta Sumbangan Ditangkap, Pelaku Ngaku Ustaz dan Berbekal Dokumen

PONTIANAK- Pelaku penipuan dengan modus meminta sumbangan untuk masjid dan lomba quran mengatasnamakan ustaz yang cukup terpandang ditangkap.

Pelaku ditangkap Ketua RT di Komplek Sepakat Asri,  Jalan dr Wahidin, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Senin (07/10/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Pelaku Berinisial R (30) dijebak Ketua RT yang mendapat laporan warga tentang seseorang yang mengatasnamakan ustaz meminta sumbangan.

Baca: Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang Imbau Warga Waspadai Modus Penipuan Fogging

Baca: Hati-hati Marak Beredar Penipuan Jelang CPNS 2019 Beragam Modus, BKN Imbau Masyarakat Waspada!

Baca: Waspadai Penipuan Transfer Rekening, IKIP PGRI Pontianak: Rekening Kampus AN Institusi Bukan Pribadi

Pelaku bahkan membawa dokumen berisi tanda tangan Ketua RT sehingga warga percaya.

Kecurigaan mulai timbul saat seorang warga bertanya apakah benar Ketua RT akan mengadakan perlombaan.

Sedangkan pihak RT merasa tidak ada mengadakan perlombaan dan izin.

Setelah diserahkan kepada pihak kepolisian, sempat terjadi miskomunikasi.

Khususnya mengenai pasal apa yang akan diberikan kepada pelaku.

Tapi setelah ada komunikasi lanjutan antara beberapa RT dan pihak kepolisian.

Disepakati pelaku dijerat pasal pemalsuan dokumen seperti diungkapkan Sukarno selaku pengurus RT.

"Hasil diskusi kami, akhirnya diterima oleh kepolisian. Karena kasus ini sudah sangat meresahkan warga serta membawa nama ustaz dan kyai kami," ungkap Sukarno.

Selanjutnya proses hukum diserahkan kepada kepolisian.

Masyarakat bersedia apabila sewaktu-waktu dipanggil menjadi saksi dalam kasus ini.

Tersangka terdengar menangis saat diintrogasi pihak polisi dan mengaku dalam keadaan kepepet.

Tetapi polisi tidak mudah percaya, karena ada warga yang mengungkapkan bahwa pelaku pernah terlihat melakukan modus yang sama di tempat lain.

Dalam beroperasi, pelaku menggunakan baju koko yang sudah disiapkan dan menggenakan peci agar warga lebih percaya.

Ditambah surat yang tercantum tanda tangan ustaz dan pengurus RT yang sudah dipalsukan pelaku. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved