Advetorial

Achid Pasang Ring Gratis dengan JKN-KIS

Masih banyak orang yang befikiran bahwa penyakit jantung hanya mengintai orang tua saja, sehingga banyak orang merasa aman

Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Achid Nugroho Hadi, PBPU 

Achid Pasang Ring Gratis dengan JKN-KIS

PONTIANAK – Masih banyak orang yang befikiran bahwa penyakit jantung hanya mengintai orang tua saja, sehingga banyak orang merasa aman saat masih dalam usia-usia produktif.

Namun fakta yang terjadi saat ini tidaklah demikian, penyakit jantung bisa mengintai siapa saja yang pola hidupnya tidak sehat, ditambah lagi ada riwayat keluarga dan tidak pernah memeriksakan kondisi jantung.

Kondisi inilah yang terjadi pada Achid Nugroho Hadi (39), sejak usia 32 tahun dirinya telah menderita diabetes. Selain faktor keturunan Achid mengaku pola hidupnya jauh dari kata sehat.

“Orang tua saya menderita diabetes, namun baru diketahui ketika usia ibu sudah menginjak 60 tahun tak lama menjalani pengobatan ibu saya meninggal.

"Sejak tahun 2012 saya juga sudah didiagnosa dokter menderita sakit gula (diabetes). Namun karena merasa masih muda dan tidak merasakan sakit, saya kurang menjaga pola hidup bahkan tak perduli dengan berat badan yang semakin bertambah," tutur Achid.

Kebiasaan merokok, sering mengkonsumsi makanan cepat saji, dan kerap begadang membuat Achid lupa akan riwayat penyakitnya. Hingga akhirnya tahun 2016 saat bekerja Achid mendapatkan serangan jantung yang pertama.

Baca: Gunakan JKN-KIS, Yanto Sembuh dari Kanker Stadium 3 Hingga Dapat Kembali Berjualan

Baca: Jadi Peserta JKN KIS, Asni: Olahraga dan Hidup Sehat Adalah Kunci Kebahagiaan Saya

Baca: Lurah Sungai Bangkong Edukasi Warga Jangan Tunggu Sakit Baru Mendaftar JKN-KIS

“Saat itu ditangan saya masih ada rokok yang belum habis, namun tiba-tiba dada seperti di tusuk hingga tembus ke belakang. Bahkan untuk membuang sisa puntung rokok saya pun tak mampu.

"Seorang teman langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Alhamdullilah saat itu saya sudah terdaftar program JKN-KIS atau BPJS Kesehatan, sehingga saya terbantu tak memikirkan masalah biaya,” cerita Achid ketika dirinya mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pontianak.

Malang tak dapat dielakan sakitpun kembali datang tanpa diundang, serangan jantung kembali mengampiri Achid setahun berselang. Sekitar bulan April 2017 Achid harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan kedua. Namun kali ini lebih parah dokter merujuk ke Jakarta karena serangan jantung tak dapat disembuhkan dengan obat lagi.

Satu-satu hal yang membuatnya tenang waktu itu hanya kartu JKN-KIS, sejak tidak lagi bekerja sebagai honorer di kantor pemerintahan. Achid harus memperjuangkan hidupnya agar mendapat penghasilan terutama untuk keperluan sehari-hari dan membayar iuran JKN-KIS.

“Bagi saya saat itu JKN-KIS harapan hidup saya, bayangan kematian selalu terlintas di depan mata. Jika tak punya JKN-KIS pasti saya pasrah. Syukur Tuhan masih mengijinkan saya hidup, setelah pamasangan ringdan perawatan selama 3 hari saya boleh pulang.Tak ada biaya yang harus saya keluarkan untuk tindakan pemasangan ring, dokter ahli gagal jantung menangani saya dengan baik ditambah lagi bantuan petugas BPJS Kesehatan yang sangat ramah selalu siap membantu saya selama di rumah Sakit Harapan Kita Jakarta,” tutur Achid.

Karena sadar dirinya merupakan bagian dari masyarakat, Achid menilai program ini sangat dibutuhkan rakyat Indonesia, menurutnya premi yang dibayarkan terbilang cukup murah dibanding dengan asuransi lainnya. Manfaat yang didapatkan jauh lebih besar dibandingkan iuran yang dibayarkan.

Ketika ditanya terkait penyesuaian iuran yang akan diterapkan pemerintah Achid menjawab dengan sangat rasional.

“Jika dihitung tentu biaya untuk pengobatan-pengobatan penyakit seperti jantung, kanker, cuci darah, yang memerlukan biaya mahal, tentu sangat jauh sekali dibandingkan iuran yang diberlakukan di program JKN-KIS. Bahkan asuransi lain saja menerapkan pembatasan untuk pengobatan penyakit tertentu.

"Jika memang iuran program harus disesuaikan, saya tidak berkeberatan namun saya berharap pemerintah sudah memperhitungkan dengan matang sehingga seluruh masyarakat tetap bisa mendapatkan perlindungan program JKN-KIS,” tutup Achid.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved