Advetorial

Lurah Sungai Bangkong Edukasi Warga Jangan Tunggu Sakit Baru Mendaftar JKN-KIS

Program JKN-KIS yang sudah berjalan selama 5 tahun terbukti telah membantu jutaan masyarakat Indonesia.

Lurah Sungai Bangkong Edukasi Warga Jangan Tunggu Sakit Baru Mendaftar JKN-KIS
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tegguh Yuliarto, Plt Lurah Sungai Bangkong, Pontianak, Kalimantan Barat 

Lurah Sungai Bangkong Edukasi Warga Jangan Tunggu Sakit Baru Mendaftar JKN-KIS

PONTIANAK – Program JKN-KIS yang sudah berjalan selama 5 tahun terbukti telah membantu jutaan masyarakat Indonesia. Kini masyarakat Indonesia memiliki asuransi perlindungan yang terbilang terjangkau namun memiliki manfaat yang luar biasa.

Hal serupa juga yang dikatakan Tegguh Yuliarto selaku Pelaksana Tugas (Plt) Lurah di wilayah Sungai Bangkong, Pontianak Kalimantan Barat saat Tim JKN-KIS bertandang ke ruang kerjanya, Jumat (20/09).

Sebagai Plt. Lurah yang sehari-hari banyak melayani masyarakat, Teguh menilai Program JKN-KIS memerlukan sinergi dari berbagai pihak termasuk masyarakat itu sendiri sebagai pengguna.

“Sebagai salah satu aparatur pemerintah saya tentunya sangat mendukung program ini, secara pribadi saya pun melihat program ini memberi ketenangan kepada masyarakat, jika dulunya mungkin masih ada masyarakat yang enggan berobat karena takut biaya mahal, dengan JKN-KIS kekhawatiran itu hilang. Namun masyarakat Indonesia masih harus selalu diedukasi, banyak sekali masyarakat yang baru ingat kartu JKN-KIS ketika sakit saja, setelah sembuh menjadi lupa,” tutur Teguh.

Baca: Asniwati : Percaya deh, Sangat Beruntung Memiliki Kartu JKN-KIS

Baca: Dirut BPJS Kesehatan Beberkan Fakta Penyesuaian Iuran JKN-KIS

Baca: Bayar Iuran JKN-KIS Makin Praktis dengan Autodebit

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Plt Lurah, Teguh kerap ditemui masyarakat yang berkeluh kesah. Bahkan pernah ada masyarakat yang mengaku tidak mampu sehingga membutuhkan Surat Keterangan Tidak mampu yang akan digunakan untuk meminta bantuan pemerintah untuk biaya pengobatan keluarganya. Tentu saja sebelum mengeluarkan surat tersebut jajarannya melakukan verifikasi dan meminta rekomendasi dari RT terlebih dahulu.

Jika ada masyarakat seperti ini Teguh dan jajaran kerap memberikan edukasi kepada warganya untuk membiasakan perduli terhadap kesehatan karena saat ini sudah ada asuransi kesehatan untuk masyarakat Indonesia yang sangat terjangkau yaitu Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Jangan menunggu sakit baru mendaftar.

“Sangat ironis sekali ketika masyarakat datang mengaku tidak mampu, akan tetapi masih menggunakan perhiasan dan memiliki kendaraan yang sangat bagus. Saya kerap mengatakan untuk memohon bantuan dari pemerintah akan dilakukan verifikasi oleh Dinas Sosial yang akan mengunjungi rumah tempat tinggal. Lebih baik dari sekarang sudah mendaftar ke program JKN-KIS, iurannya sangat terjangkau hanya Rp. 25.500/ orang sudah bisa berobat bahkan sampai ke Jakarta jika diperlukan,” jelas Teguh.

Ketika Tim JKN-KIS bertanya terkait wacana kenaikan iuran. Teguh menilai saat ini ia melihat pro dan kontra di tengah masyarakat terkait wacana pemerintah untuk menaikan iuran. Namun teguh menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu benar.

“Menyalurkan aspirasi sah-sah saja, namun jangan anarkis. Dalam menentukan naik atau tidaknya iuran program JKN-KIS tentu pemerintah sudah memikirkan dari berbagai sisi. Masyarakat yang sehari-harinya masih berkecukupan daftarlah ke BPJS Kesehatan pilih kelas yang sesuai dengan kemampuan. Jika hanya mampu mendaftar kelas 3 tidak masalah asalkan iuran rutin dibayar, begitu juga yang punya penghasilan lebih daftar lah di kelas yang lebih tinggi. Gotong-royong dari masyarakat Indonesia sangat menentukan keberlangsungan program JKN-KIS,” tutup Teguh.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved