Advetorial
Gunakan JKN-KIS, Yanto Sembuh dari Kanker Stadium 3 Hingga Dapat Kembali Berjualan
Keluarga mana yang tak dirundung kesedihan dikala salah anggota keluarganya terkena penyakit. Kanker merupakan salah satu penyakit
Gunakan JKN-KIS, Yanto Sembuh dari Kanker Stadium 3 Hingga Dapat Kembali Berjualan
PONTIANAK – Keluarga mana yang tak dirundung kesedihan dikala salah anggota keluarganya terkena penyakit. Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti.
Penyakit yang sampai saat susah untuk disembuhkan, menurut para ahli salah satu penyebabnya adalah gaya hidup yang kurang sehat.
Kondisi inilah yang terjadi pada Yanto (52), Bapak dari 4 orang anak ini sehari-hari bekerja sebagai pedagang buah yang menyususri sungai Kapuas. Pekerjaan ini sudah ia lakukan sejak masih belum menikah, turun saat matahari baru terbit namun baru dapat pulang setelah semua jualannya habis.
Seringkali tak satupun ada pembeli yang menghampirinya, karena Yanto hanya berharap dari anak buah kapal yang melintasi sungai Kapuas singgah untuk membeli dagangan buahnya.
Hingga pada tahun 2016 tepatnya awal bulan September Yanto mengalami sakit, demam tinggi yang tak kunjung reda dan terdapat benjolah di leher samping yang tak kunjung membaik meski sudah minum antibiotik.
Anak pertama Yanto yaitu Rabuansyah yang kini berusia 28 tahun mengaku saat itu keluarganya terpukul.
Baca: Lurah Sungai Bangkong Edukasi Warga Jangan Tunggu Sakit Baru Mendaftar JKN-KIS
Baca: Alumni KPI IAIN Pontianak Buka Donasi untuk Anisa Korban Fortuner Maut
Baca: Asniwati : Percaya deh, Sangat Beruntung Memiliki Kartu JKN-KIS
“Mendengar diagnosa dokter yang mengatakan bapak kami terkena kanker Nasofaring stadium 3 kami sangat terpukul, apalagi saya selaku anak pertama bingung memikirkan bagaimana mengobati bapak. Pasti biaya yang dibutuhkan sangat besar. Hanya bekerja sebagai sales rasanya tidak mungkin saya bisa membantu banyak untuk kesembuhan bapak,” tutur Rabuansyah.
Setelah mencari informasi, Rabuansyah lalu segera mendaftarkan bapaknya ke program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, Rabuansyah mendaftarkan seluruh keluarganya dikelas 3.
Awalnya tidak yakin karena sebagai peserta baru tidak mungkin ada asuransi yang dapat membiaya pengobatan penyakit kanker.
“Bagi saya JKN-KIS merupakan pertolongan dari Allah untuk bapak. Setelah berobat ke rumah sakit, dokter segera merujuknya untuk mendapatkan pengobatan kemoterapi. Saat itu keluarga memilih Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta karena masih ada keluarga yang tinggal disana, jadi kita juga masih bisa efisien untuk urusan penginapan,”cerita Rabuansyah.
Berbekal biaya seadanya dan mengharapkan tinggal di rumah saudara, Rabuansyah membawa bapaknya berobat ke Yogyakarta dan selama 6 bulan Rabuansyah berjuang bersama keluarga.
“Setelah menjalani 4 kali kemoterapi dan 35 kali penyinaran, bapak saya dinyatakan dokter boleh pulang ke Pontianak dan melanjutkan pengobatan di Pontianak sampai kondisinya benar-benar pulih. Alhamdullilah bersama JKN-KIS bapak dinyatakan sembuh dan kondisinya semakin membaik sampai saat ini, dapat mbak lihat sendiri bapak sudah mulai berisi dan dapat berjualan lagi,” tutur Rabuansyah.
Mewakili ayahnya yang memang kurang bisa berbahasa Indonesia, Rabuansyah mengucap syukur dan berterima kasih ke program JKN-KIS.
“Terima kasih atas hadirnya program JKN-KIS, baik kepada pemerintah, BPJS Kesehatan maupun Rumah Sakit yang sudah menangani bapak saya dengan baik. Sungguh keluarga kami sangat terbantu. Setau saya sekali kemoterapi memerlukan biaya 10 sampai 15 juta. Namun kami tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Tidak mungkin keluarga kami dapat membiayai pengobatan sebanyak itu. Sampai saat ini keluarga kami rutin membayar iuran, meskipun hanya mampu di kelas 3 namun kami berjanji tidak akan lalai terhadap kewajiban,” tutup Rabuansyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gunakan-jkn-kis-yanto-sembuh-dari-kanker-stadium-3.jpg)