Harapan Pemuda Kalbar Untuk Pelantikan Anggota DPRD
Pelantikan anggota DPRD Provinsi dan DPR RI pun telah ditetapkan pada 30 September hingga 1 Oktober yang akan datang.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
Harapan Pemuda Kalbar Untuk Pelantikan Anggota DPRD
PONTIANAK - Duduk di kursi pemerintahan yang mendengarkan dan membantu melaksanakan aspirasi serta amanah dari masyarakat merupakan keinginan banyak orang.
Pelantikan anggota DPRD Provinsi dan DPR RI pun telah ditetapkan pada 30 September hingga 1 Oktober yang akan datang.
Namun, perjalanan untuk mencapai kursi anggota dewan tersebut rupanya memang nggak mudah untuk dilakukan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dikorbankan, mulai dari hal yang bersifat materil hingga sosial. Semuanya dilakukan untuk meraih perhatian dari semua lapisan masyarakat.
Presiden Jokowi juga memaparkan, komposisi kabinet barunya nanti akan ia rancang dengan saksama. “Perbandingannya 55%–45%; 55% professional, 45% partai.
Membahas masalah partai, banyaknya aspirasi dari para mahasiswa untuk rakyat Indonesia juga perlu untuk didengar. Seperti kejadian akhir-akhir ini, disebagian wilayah Indonesia yang menolak RUU KUHP oleh masyarakat.
Kabiro Pemerintahan Setda Kalbar, Yohanes Budiman memastikan jika pergantian anggota DPRD Kalbar terpilih periode 2019-2024 tidak akan menganggu jadwal pelantikan yang telah ditetapkan.
Baca: Kemenpora RI Seleksi Perwakilan Pemuda Kalbar Sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional
Baca: Choiriah Menjelajah Amerika Serikat Gratis untuk Wakili Pemuda Kalbar Ikuti Program YSEALI 2019
Baca: Joko Susanto: Melalui Paskibraka Nasional Semoga Bisa Menginspirasi Pemuda Kalbar
Ia pun mengatakan, jika seluruh pelaksanaan secara teknis dilaksanakan oleh sekreteriat dewan. Pemprov, kata dia, nanti hanya menghadiri, secara teknis masing-masing kepala daerah membacakan sambutan Gubernur.
Nah yang perlu diketahui ada harapan besar yang perlu dilakukan agar mnwjdai nyata. Diantaranya adalah sebagai berikut ini. Pertama, asupan pendidikan yang setara untuk anak Indonesia.
Besar harapan seluruh anak Indonesia mendapat asupan pendidikan yang sama.
Dengan metode pendidikan yang disesuaikan. Tidak bisa dipukul rata antara anak-anak yang tumbuh besar di perkotaan dan di pelosok desa.
Mereka memiliki cara belajar yang berbeda.
Kedua, mendukung jaringan internet untuk membantu penyebaran informasi. Ketiga, menghilangkan diskriminasi, mereka yang tak memiliki pendidikan tinggi juga punya kapabilitas loh.
Keempat, pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok desa. Memang diketahui, pembangunan ini tengah gencar untuk melakukan upaya perubahan menyusul era digitalisasi, namun upaya ini masih belum maksimal untuk masyarakat yang ada di pedalaman.
Terakhir, perbanyak tenaga medis untuk mendukung kesehatan masyarakat yang ada di kota maupun di pedalaman. Jika infrastruktur telah usai dibenahi, maka tenaga medis serta pengajar pun harus diimbangi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kapuas-hulu-dprd.jpg)