Satu dari Lima Korban Fortuner Maut di Landak Alumni IAIN Pontianak, Begini Kondisinya Sekarang

Iya, dia belum tau (anaknya meninggal). Karena pas kejadian, Anisa tak sadar. Dan ketika sadar sengaja dirahasiakan dulu,

Satu dari Lima Korban Fortuner Maut di Landak Alumni IAIN Pontianak, Begini Kondisinya Sekarang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa (Murni)
Alumni IAIN Pontianak, Annisa Yusnita mengalami luka berat dirawat intensif di RS Antonius. Sementara anak perempuannya meninggal di tempat setelah ditabrak mobil fortuner yang dikemudikan oleh anggota DPRD terpilih Kabupaten Landak. Insert Balita perempuan yang meninggal dunia 

Satu dari Lima Korban Fortuner Maut di Landak Alumni IAIN Pontianak, Begini Kondisinya Sekarang

KONTIANAK- Annisa Yusnita, satu di antara lima korban Fortuner maut dirawat intensif di Rumah Sakit Antonius, di Pontianak.

Korban merupakan alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.

Perempuan berusia 26 tahun ini mengalami luka berat akibat tertabrak mobil Fortuner yang dikemudikan oleh AP, anggota DPRD terpilih Kabupaten Landak periode 2019-2024, Jumat (27/9/2019) sore kemarin di Jalan Pangeran Cinata, Desa Raja, Kabupaten Landak.

Selain Anisa, ada empat korban lainnya. Dua di antaranya meninggal dunia, termasuk anak dari Anisa, Rhakshandrina Kirey Zahida yang baru berusia satu tahun.

Baca: Terungkap! Pengendara Fortuner Tabrak 5 Orang dan Renggut 2 Nyawa, Merupakan Anggota DPRD Terpilih

Baca: Terungkap! Pengendara Fortuner Tabrak 5 Orang dan Renggut 2 Nyawa, Merupakan Anggota DPRD Terpilih

Nyawa anaknya tak terselamatkan, Rhakshandrina Kirey Zahida meninggal dunia di tempat. Sementara Anisa, tangan dan kakinya patah.

"Nisa sekarang dirawat di RS antunius. Kondisinya tangannya patah kaki kirinya patah dan insya Allah akan di operasi hari ini," kata Murni, kakak Anisa kepada Tribun Pontianak, Sabtu (28/9).

Hingga saat ini, Anisa belum mengetahui jika anak perempuannya meninggal. Pihak keluarga masih merahasiakan kabar duka ini, sampai keadaan Anisa membaik.

"Iya, dia belum tau (anaknya meninggal). Karena pas kejadian, Anisa tak sadar. Dan ketika sadar sengaja dirahasiakan dulu," ujar Murni.

Menurut Murni, adiknya sesekali sadarkan diri. Setiap kali sadar, nama anaknya yang dicari. " Hari ini anaknya dimakamkan di Ngabang," ungkapnya.

Anisa kata Murni, alumni IAIN Pontianak Jurusan KPI angkatan 2012. Kabar duka ini turut dirasakan keluarga alumni KPI. Doa mengalir deras untuk kesembuhan Anisa. (agus)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved