Tanggapan Pihak Perusda Kalbar Terkait Penonaktifan Jajaran Direksi dan Pengurus Perusahan
Sutarmidji yang mengatakan bahwa seluruh jajaran mulai dari direksi dan pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Kalimantan Bara
Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
Tanggapan Pihak Perusda Kalbar Terkait Penonaktifan Jajaran Direksi dan Pengurus Perusahan
PONTIANAK - Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Provinsi Kalbar terkait statemant Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang mengatakan bahwa seluruh jajaran mulai dari direksi dan pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Kalimantan Barat dinonaktifkan.
Pernyataan tersebut sudah disampaikannya kepada media, pada Selasa (24/9/2019).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perusda Kalbar, Kristianus ,dan ditemani oleh Direktur admistrasi dan keuangan,
Sudarmo Bahari menyampaikan beberapa hal saat ditemui Tribun Pontianak di Kantor Perusda Kalbar, rabu (25/9/2019).
Kristianus mengatakan dalam ranah ini Gubernur memang berhak mengatakan apapun karena perusahaan ini milik pemprov, ia dalam hal ini hanyalah sebagai pelaksana saja.
Namun ia ingin memberikan klarifikasi terkait pernyataan Gubernur Kalbar, bahwa data yang disampaikan mengenai Perusda menurutnya tidak valid. Data lama.
Ia mengatakan sejauh ini Direksi Perusda sudah menjalankan apa yang di amanat kan. Namun belum berhasil Banyak karena dari sisi usia kepemimpinannya memang baru menjabat satu tahun lebih.
"Semua program yang ia usulkan sebetulnya sedang on the track. Terkait kami tidak memanfaatkan 10 persen jatah pertambangan untuk perusahaan daerah. Saat ini kami sedang mengurus izin, karena tidak mungkin tanpa izin lalu tiba-tiba mengeruk tambang itu," ujarnya.
"Kami sudah MOU dengan perusahaan Mitra bisnis pertambangan. Ijin Kelar kami bisa mulai. Jadi Kami sudah mulai bekerja di sector ini," katanya.
Baca: Indonesia Dinilai Perlu UU KUHP Baru Gantikan KUHP Peninggalan Belanda
Baca: Mulai Hari Ini Jajaran Direksi Perusda Kalbar Dinonaktifkan
Baca: Peringatan Dini, Hujan Petir Diprediksi Landa Kayong Utara
Selain itu, ia menyinggung tentang hotel. Kenapa Perusda tidak membangun hotel sekarang.
Ia katakan untuk rencana tersebut sudah ditetapkan Feasibility study atau Studi kelayakan investasi untuk hotel tahun depan sesuai RKA.
"Mengapa tahun depan karena kami mempertimbangkan banyak aspek ," ucapnya.
Di tanah tepatnya di Jalan Abudrahman juga sudah dibangun kios dan orang- orang sudah pada mengisi kios tersebut untuk berbisnis karena mereka juga perlu pemasukan. Sudah Ada Kontrak.
"Apa jadi nya kalau tiba-tiba dibangun hotel lalu bongkar sedangkan orang sedang ngontrak. Semua yang dikatakan beliau bagus, setelah kami kaji dan tentunya kami bisa memahami tapi harus kami terjemahkan dalam bentuk tahapan," ujarnya.
Kemudian mengenai singgungan usaha kios. Ia katakan harus di ingat lagi pembangunan kios ini dilakukan sebelum Gubernur sekarang dilantik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/foto-bersama-direktur-utama-perusda-kalbar-kristianus.jpg)