Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar Meriahkan World Rabies Day

Dalam rangka ikut memeriahkan World Rabies Day (WRD) yang diselenggarakan pada 28 September setiap tahun warga

Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penyerahan Hewan Kurban oleh Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif di salah satu Masjid. 

Pada puncak acara pencanangan yang dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar tersebut juga akan dilakukan penandatangan komitmen bersama oleh para bupati/walikota dari 14 kabupaten/kota bersama Gubernur, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (wakil dari Kementan) serta Otoritas/ Pejabat yang mewakili Pemerintah Negeri Serawak-Malaysia diikuti dengan penyerahan penghargaan kepada Tim Pengendali Rabies Kabupaten/Kota terbaik, Petugas Medik/Paramedik Veteriner Berprestasi dan Pemenang Juara Lomba Poster Rabies yang karyanya juga dipamerkan selama berlangsungnya acara.

Pada tempat yang sama juga akan diselenggarakan pelayanan kesehatan hewan gratis (pemberian vaksin anti rabies pada hewan) yang dapat dimamfaatkan oleh masyarakat memilik hewan di sekitarnya, pelayanan vaksin anti rabies (VAR) untuk manusia/ petugas vaksinator, bazar murah dan display pangan local yang masyarakat disekira dapat menikmatinya secara gratis.

Aacara yang didukung penuh oleh Bupapti Sanggau dan segenap jajarannya tersebut serta para pimpinan unit kerja diwilayah Entikong yang dikenal sebagai “Pilar Entikong’ tersebut akan menghadirkan tamu utama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Utusan dari FAO Representative For Indonesia dan timor Leste, Para Bupati/Walikota se Kalbar, juga undangan dari pejabat/pengarah di bidang Kesihatan dan Veteriner Negeri Serawak juga, perwakilam Pejabat dari Kemenko PMK, Kementrian Kesehatan dan BNPB serta pimpinan OPD provinsi dan Kab/kota dalam lingkup Tikor Pengendalian Rabies.

Panitia mentargetkan peserta dan undangan yang hadir bisa mencapai 300 an termasuk parah tokoh adat/tumenggung, para petugas lapangan dan masyarakat umum pemilik hewan anjing dan kucing di sekitar wilayah Entikong dan Sekayam.

Bersamaan dengan acara pencanangan tersebut, selama dua harapkan dilakaukan vaksinasi rabies massal di delapan desa perbatasan, 4 desa di Entikong dan 4 Desa di Sekayam dengan target 1.300 ekor hewan.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan langsung oleh Tim Dokter Hewan dari Provinsi dibantu oleh para anggota Satgas Pamtas Batalyon Mekanik 643/Wanasari yang dikomndani oleh Mayor infantry Dwi Agung.

Secara keseluruhan target 2019 (sesuai ketersediaan vaksin) untuk vaksinasi hewan penular rabies (HPR) adalah sebesar 70.012 ekor atau atau 58 % dari 119.434 ekor total populasi HPR yang diprioritaskan (di daerah tertular).

Sejak Januari 2019 sampai dengan hari ini, capean vaksinasi di seluruh kabupaten kota dilaporkan telah mencapai 30.412 ekor atau 43 % dari total yang ditargetkan, sisanya akan dilanjutkan dan dintensifkan setelah dilaksanakannya acara puncak pencanangan VARMAS ini.

Perkembangan kasus gigitan hewan penular rabies (HGPR) dan korban meninggal pada manusia akibat gigitan sejak 2014 sampai dengan sat ini sebagai berikut:

1. Sejak tahun 2014 sd September 2019 hari ini, rabies di Kalbar sudah menyebar di 13 Kab/Kota, 70 atau 40 % dari total 174 Kecamatan, dan 141 atau (6.6 %) dari total 2.032 desa se Kalbar. Hanya Kota Pontianak satu-satunya yang bebas rabies.

2. Pada periode yang sama tercatat total ada 9.122 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di manusia dengan total korban gigitan 84 meninggal dunia (Lyssa) dan 96 hasil uji laboratorium positif rabies di anjing.

3. Khusus di tahun 2019 hingga hari ini tercatat ada 1.904 kasus GPHR pada manusia (89 % oleh anjing) dengan korban Lyssa/ meninggal 8 orang dan 8 sampel hasil uji lab FAT nya dinyatakan positif rabies. Korban meninggal tertinggi 5 orang di Sanggau, Landak 1 orang, Sambas dan Sekadau masing2 1 orang meninggal.

4. Dibandingkan tahun 2018, jumlah kasus gigitan telah menunjukkan trend menurun yakni dari 3.584 kasus GHPR turun 47 % (sementara) menjadi 1.904 kasus GHPR. Demikian juga jumlah korban meninggal (Lyssa) dari 25 turun 66.7 % menjadi 8 orang.

5. Di Serawak Malysia yang wabah rabiesnya dilaporkan merebak sejak April 2017 pertama kali di distrik Serian, saat ini sudah merebak ke 11 dari 12 distrik di wilayah Serawak kecuali Limbang. Total GHPR kumulatif per tgl 22 September 2019 adalah 33.861 kasus dengan korban Lysa 19 orang meninggal dan 1 orang hidup. Serawak mengklaim sejak Januari 2019 sampai saat ini telah melakukan vaksinasi hewan sebanyak 33.541 ekor terdiri dari anjing 33.386 ekor; kucing 154 ekor dan lainnya 1 ekor (m4).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved