Simple, Fitriani: Masker Sekali Pakai lebih Laris
Mayoritas pembeli masker dagangannya adalah siswa sekolah yang ingin tampil sedikit modis ketika berada di sekolah dan dapat dicuci kembali
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Jamadin
Simple, Fitriani: Masker Sekali Pakai lebih Laris
PONTIANAK- Masyarkat Kota Pontianak dan sekitarnya lebih menyukai masker (pelindung wajah) sekali pakai, dibandingkan masker yang dapat dicuci, Senin (23/9).
Ini terlihat dari beberapa kios pedagang masker yang berada di Jalan Dr Sutomo sepi pengunjung disaat kabut asap.
Menurut pedagang masker, Nur Aliyah, rata-rata pembeli yang datang ke kiosnya mencari masker tipe bandana, yang dapat digunakan oleh kaum adam maupun kaum hawa dan dapat dicuci kembali. Masker tipe ini dibandrol kurang lebih Rp 10 ribu per pcs nya.
Saat kabut asap seperti beberapa hari belakangan ini, omzet penjualan maskernya tidak terlalu naik secara signifikan, mengingat kabut asap serupa yang bahkan lebih parah pernah terjadi beberapa tahun silam, menyebabkan omzetnya benar-benar naik kala itu.
Menurutnya, hal itu disebabkan, siswa sekolah tidak diberikan waktu libur yang panjang seperti saat ini.
Mayoritas pembeli masker dagangannya adalah siswa sekolah yang ingin tampil sedikit modis ketika berada di sekolah dan dapat dicuci kembali.
"Sekarang tidak terlalu laku, soalnya anak sekolah libur jadi tidak banyak yang terjual. Kalau masker kain biasa sudah sangat jarang dibeli orang," ungkapnya kepada Tribun menceritakan pasar maskernya kini.
Hal serupa juga dilontarkan oleh pedagang masker lain, yakni Eka, situasi kabut seperti saat ini tidak terlalu memberikan pengaruh terhadap penjualan masker miliknya.
Saat cuaca normal, dalam seminggu ia dapat menjual sekitar satu lusin masker tipe bandana. Dan kini ia mengakui, saat kabut melanda Pontianak seperti sekarang ini, daya jual masker tersebut hanya bertambah satu lusin dalam sepekan.
Baca: Berbagi Masker, Aremania Pontianak Tunjukan Kepedulian
Baca: PMII, IPNU dan IPPNU di Mempawah Gelar Salat Minta Hujan dan Bagikan Masker
"Tidak tentu, terkadang dalam sehari tidak ada yang beli, tapi kadang ada juga dalam sehari bisa laku 3-5 pcs," bebernya menceritakan daya jual masker tipe bandana ini.
Berbeda halnya dengan penjualan masker sekali pakai yang pada umumnya mudah dijumpai di apotek. Masker jenis ini seketika melambung menjadi primadona masyarakat.
Staf gudang satu di antara apotek yang berada di bilangan Kota Baru, yakni Fitriani mengaku jika penjualan masker sekali pakai mengalami kenaikan yang sangat signifikan disaat cuaca Pontianak berkabut seperti saat ini.
Dihari normal, penjualan masker di apotek tempatnya bekerja ini mencapai lima box masker per harinya. Namun, disaat cuaca berkabut seperti saat ini, penjualan maskernya dapat tembus dua hingga tiga kali lipat. "Satu hari bisa sepuluh sampai lima belas box," ungkapnya kepada Tribun.
Dalam satu boxnya berisikan 50 helai masker dan dibandrol dengan harga sekitar Rp 30-35 ribu. Dan pada umumnya masyarakat membeli masker perhelai setiap harinya dengan harga seribu rupiah perhelainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penjual-masker.jpg)