Pemkab Sekadau Gelar Rakor Karhutla, Ini Yang Dibahas

Ada 2 Perusahaan di Sekadau yang lahannya sudah disegel dan ditemukan titik hotspot yang terbakar seberti PT AAL dan PT KBP,

Pemkab Sekadau Gelar Rakor Karhutla, Ini Yang Dibahas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan di areal konsesi perkebunan dan sekitarnya, bersama TNI/Polri dan 24 Perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Sekadau, Senin (23/09)   

Pemkab Sekadau Gelar Rakor Karhutla, Ini Yang Dibahas

SEKADAU - Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan di areal konsesi perkebunan dan sekitarnya, bersama TNI/Polri dan 24 Perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Sekadau, Senin (23/09). Bupati Kabupaten Sekadau, Rupinus mengatakan sudah ada 7 desa mendapat pembagian alat pemadam kebakaran di setawar. 

"Masyarakat disekitar perusahan dihimbau untuk tidak membakar lahan, BPBD sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi karhutla seperti pembagian air, pembagian masker kepada masyarakat. Ada 2 Perusahaan di Sekadau yang lahannya sudah disegel dan ditemukan titik hotspot yang terbakar seberti PT AAL dan PT KBP," ujar Rupinus.

Baca: Ini Jawaban Bupati Paolus Hadi Terhadap PU Fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Sanggau

Baca: Sinergisitas TNI-Polri Bersama Masyarakat Tingkatkan Patroli Karhutla

Bupati berharap perusahaan memberikan masukan yang perlu dilakukan berupa solusi mengatasi dampak karhutla terhadap kesehatan manusia dan kebutuhan air bersih. 

"Perusahaan harus saling menjaga terkait karhutla dengan cara membina masyarakat disekitar perusaahan," harapnya.

Sementara itu Sekda Kabupaten Sekadau, Zakaria mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah saat ini sudah dilakukan. 

"Upaya yang kita lakukan yaitu membagikan masker, menghimbau anak-anak sekolah tidak melakukan kegiatan diluar kelas jadi sekolah TK (PAUD) SD dan SMP," katanya 

Kalbar menurutnya termasuk 3 besar penggasil asap, sebanyak 60.000 ha lahan terbakar, tentunya ini harus segera diatasi.

"Mudah-mudahan dengan pertemuan ini didapatkan solusi dari pihak perusahaan agar tidak terjadi lagi terkait karhutla," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved