Tim PKK Singkawang Bersama Fakultas Pertanian Untan Berikan Pembinaan Diversifikasi Olahan Jagung
Kota Singkawang khususnya Kecamatan Singkawang Selatan memiliki potensi jagung.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
Tim PKK Singkawang Bersama Fakultas Pertanian Untan Berikan Pembinaan Diversifikasi Olahan Jagung
SINGKAWANG - Pokja lll Tim Penggerak PKK Kota Singkawang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak menyelenggarakan kegiatan pembinaan Diversifikasi Olahan Jagung dan Pangan Aman Tanpa Formalin, bertempat di Bumi Betuah Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Sabtu (21/9/2019).
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Juli Wahyuni mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ke dua kalinya Fakultas Pertanian Untan bekerjasama dengan PKK Singkawang melalui program Pengabdian Pada Masyarakat.
Kota Singkawang khususnya Kecamatan Singkawang Selatan memiliki potensi jagung.
Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan peserta dapat serius mengikuti dan menyerap semua materi dengan baik dan ke depan diharapkan dapat muncul produksi-produksi di bidang pangan.
Baca: Detik-detik Tanpa Bayangan Tepat di Garis Khatulistiwa Pukul 11.35-11.36 WIB
Baca: Bupati Jarot Tutup Dandim Cup 2019, SMA Nusantara Indah Juara
"Dengan pelatihan diversifikasi pangan ini diharapkan peserta usai pelatihan dapat mencoba dan menjadikan hasilnya sebagai produk di UP2K dan akhirnya bisa menjadi khas makanan Kota Singkawang," kata Juli Wahyuni.
Peserta selain mendapatkan materi terkait strategi pemilihan makanan tanpa boraks/Formalin dan cara penanganan bahan makanan yang mengandung Formalin, nara sumber juga mengajarkan dengan praktek pengolahan diversifikasi jagung.
Satu di antara narasumber Lucky Hartanti mengatakan bahwa dalam pengolahan pangan harus mengedepankan kesehatan.
Makanan diperlukan untuk menunjang kesehatan manusia, oleh karena itu dalam mengolah makanan harus mengedepankan dan mengutamakan kesehatan.
"Hindari penggunaan penggunaan bahan-bahan yang bisa mengganggu kesehatan," ungkap Juli Wahyuni.
Peserta diharapkan jangan menggunakan bahan-bahan makanan tambahan yang dapat mengganggu kesehatan dan tidak mengantongi izin resmi dari kementerian, baik bahan makanan untuk pengawet, pewarna, pemberi aroma, dan lain-lain.
Strategi penghilangan formalin atau sering dikenal dengan deformalinisasi pada bahan makanan dapat dilakukan pada produk tertentu.
Penghilangan formalin pada ikan asin dengan direndam air panas satu jam dan dijemur kembali.
"Bisa juga dengan air dingin dan diberi garam 1 sendok makan, atau direndam dengan air bekas cucian beras," tutup Juli Wahyuni.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak