Stikes Yarsi Gelar Yudisium, Ini Pesan Ketua Stikes Yarsi Untuk Para Mahasiswa

Yudisium diikuti oleh mahasiswa D3 Keperawatan sebanyak 32 orang, S1 Keperawatan 48 orang, Profesi Ners 34 orang, dan Profesi tahap lanjutan 30 orang.

Stikes Yarsi Gelar Yudisium, Ini Pesan Ketua Stikes Yarsi Untuk Para Mahasiswa
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Foto bersama usai acara Yudicium Stikes Yarsi Pontianak di Hotel Orcardz , Sabtu (21/9/2019). 

Stikes Yarsi Gelar Yudicium, Ini Pesan Ketua Stikes Yarsi Untuk Para Mahasiswa

PONTIANAK- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Rumah Sakit Islam (Stikes Yarsi ) Pontianak menggelar Yudicium di Hotel Orcardz Pontianak , sabtu ( 21/9/2019).

Adapun jumlah peserta yudisium diikuti oleh mahasiswa D3 Keperawatan sebanyak 32 orang, S1 Keperawatan 48 orang, Profesi Ners 34 orang, dan Profesi tahap lanjutan 30 orang.

Ketua STIKes Yarsi Pontianak Fajar Yousriatin, M.Kes , mengatakan sebelum mahasiswa lulus tentu terus diberikan pembekalan agar siap terjun mengabdi kepada masyarakat.

"Sebelum lulus memang yang kita siapkan terutama di proses pembelajaran secara teori maupun praktekum bahkan secara langsung turun ke pasien. Tapi untuk beberapa mata kuliah dan komunitas mereka langsung pergi ke lapangan ," ujarnya kepada Tribun Pontianak.

Baca: Yudisium Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis, Persiapkan Mahasiswa Jadi Entrepeneur Muda

Baca: Yudisium Kenaikan Tingkat dan Pangkat Satuan Praja IPDN Kampus Kalimantan Barat

Ia menjelaskan dari teori yang telah mereka dapatkan bisa langsunf megaplikasikan ketika terjun langsung ke masyarakat. Namun sebelum diturunkan ke masyarakat mereka lakukan simulasi selanjutnya baru praktek.

"Ketika mau turun ke masyarakat ada ujian dulu . Tapi ketika tidak lulus di ujian praktikum mereka tidak bisa turun praktek," ujarnya.

Ia mengatakan sesuai dengan visi dan misi Stikes Yarsi bahwa menanamkan sifat islami dengan pandangan luas, tidak pandangan sempit yang hanya untuk orang islam saja.

"Namun islami secara lebih luas dan memupuk rasa persaudaraan. Mereka bisa menyaring yang mana yang baik sesuai dengan bidang dan panggilan hati masing-masing ," ujarnya.

Kemudian yang ditanamkan adalah kejujuran , kemudian bertanggung jawab itulah salah satu yang harus dimiliki oleh perawat dan juga skill yang perlu ditingkatkan.

"Ini adalah awal dari karir mereka . Jadi kalau dikatakan orang lulus menjadi akhir tapi ini menjadi awal di kehidupan mereka yang baru. Ketika mereka harus turun langsung ke masyarakat tanpa bimbingan. Jadi sudah harus siap dengan diri sendiri tanpa ada yang membimbing," ujarnya.

Ia mengatakan saat masuk dalam dunia kerja banyak hal yang perlu mereka tanyakan . Kadang secara teori yang di dapat di kampus bisa dapat nilai A, di lapangan tidak menutup kemungkinan bisa A plus dan minus. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved