Kisah Warga Pontianak Penderita Asma Berjuang di Tengah Kepungan Kabut Asap Kebakaran Hutan & Lahan

Kisah Warga Pontianak Penderita Asma Berjuang di Tengah Kepungan Kabut Asap Kebakaran

Editor: Nasaruddin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Seorang warga menggunakan baju spiderman bersama pemadam kebakaran Pandu Siaga memadamkan kebakaran lahan gambut di dekat Perumahan Nuansa Serdam Residence, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (20/9/2019) sore. Aksi ini sebagai dukungan kepada petugas yang tak kenal lelah melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. 

Mirna berharap segera turun hujan, sehingga kabut asap segera berakhir.

Sediakan rumah oksigen

Kabut asap melanda sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Pontianak, Kalimantan Barat.

Bahkan akibat kabut asap yang terjadi, BMKG mencatat jarak pandang di Bandara Supadio 10 hari terakhir mengalami penurunan.

Berdasarkan Informasi Konsentrasi Partikulat (PM10) yang dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pontianak, pada Kamis, pukul 10.58 WIB, kualitas udara jauh melampaui nilai ambang batas, yakni 266.72 µgram/m3, yang artinya masuk kategori sangat tidak sehat.

Sebagaimana diketahui, nilai ambang batas adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. Nilai ambang PM10 = 150 µgram/m3.

Untuk menangani kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Pontianak bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak menyiagakan rumah oksigen.

"Rumah oksigen ini bagi warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap karhutla," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu.

Handanu menyebut, rumah oksigen di Kota Pontianak disiagakan di 7 lokasi.

Masing-masing di: Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Jalan Ahmad Yani Pontianak; Puskesmas Gang Sehat; Puskesmas Alianyang; Puskesmas Perumnas 1; Puskesmas Kampung Dalam; Puskesmas Siantan Hilir; dan Puskesmas Kampung Bangka.

"Rumah oksigen baru buka hari ini, dan akan beroperasi sampai asap hilang," kata Handanu.

Sebanyak 6.025 warga menderita ISPA Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harrison menyebut, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hingga saat ini mengakibatkan sedikitnya 6.025 warga menderita ISPA.

Dia merinci, penderita ISPA di Kalbar menyasar hampir di semua rentang usia, yang meliputi bayi di bawah 5 tahun, anak-anak, dewasa dan orang lanjut usia.

"Data ini jumlah penderita ISPA di seluruh Kalbar, dalam rentang waktu minggu ke-37 sejak bencana karhutla," kata Harrison.

Untuk penanggulangannya, Dinas Kesehatan seluruh wilayah Kalbar telah membagikan sebanyak lebih dari 80.000 masker kepada masyarakat.

"Pembagian ini untuk mengantisipasi semakin buruknya polusi udara di Kalbar," ucap Harrison.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Penderita Asma yang Berjuang di Tengah Kepungan Kabut Asap"
Penulis : Kontributor Pontianak, Hendra Cipta
Editor : Abba Gabrillin

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved