Kisah Warga Pontianak Penderita Asma Berjuang di Tengah Kepungan Kabut Asap Kebakaran Hutan & Lahan

Kisah Warga Pontianak Penderita Asma Berjuang di Tengah Kepungan Kabut Asap Kebakaran

Editor: Nasaruddin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Seorang warga menggunakan baju spiderman bersama pemadam kebakaran Pandu Siaga memadamkan kebakaran lahan gambut di dekat Perumahan Nuansa Serdam Residence, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (20/9/2019) sore. Aksi ini sebagai dukungan kepada petugas yang tak kenal lelah melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. 

Warga Kota Baru, Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak, Mirna Yuliandari (27 tahun) mengaku harus menyediakan paling tidak satu tabung oksigen ukuran 3,5 liter setiap hari.

Hal ini terjadi lantaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Pontianak.

Padahal, saat tidak ada kabut asap, satu tabung oksigen bisa awet sampai satu pekan.

Bahkan, seringkali asma yang dialami tidak menggunakan oksigen, cukup pakai nebulizer, alat yang digunakan untuk memasukkan obat dalam bentuk uap, untuk dihirup ke dalam paru-paru.

"Cuaca asap kayak gini, asma makin sering kambuh. Tabung oksigen ukuran 3,5 liter habis sekali pakai," kata Mirna saat ditemui, Kamis (19/9/2019).

Bagi Mirna, saat ini kebutuhan tabung oksigen saja tidak cukup.

Baca: Detik-detik Tanpa Bayangan Tepat di Garis Khatulistiwa Pukul 11.35-11.36 WIB

Baca: ZODIAK HARI INI - KESEHATAN Minggu 22 September 2019 | PISCES Intuitif, Nikmati pencerahan AQUARIUS

Supaya pernapasan tetap stabil, dia juga harus mengonsumsi obat dan menggunakan nebulizer.

Seperti tabung oksigen, penggunaan obat juga meningkat selama wilayahnya terpapar kabut asap.

"Obat biasanya hanya 1 kali sehari. Sekarang 2 atau 3 kali sehari. Tabung oksigen juga biasa bisa cukup satu minggu. Sekarang harus tiap hari ganti," ucap Mirna.

Menurut dia, meningkatkannya kebutuhan obat akibat asma yang sering kambuh, dipicu kabut asap tebal yang terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dalam sebulan terakhir.

"Untung saja tabung oksigen masih mudah ditemukan. Cukup cari ke apotek-apotek," tutur Mirna.

Akibat kabut asap ini, Mirna juga mengaku sempat sakit tenggorokan hingga susah untuk bicara.

Saat periksa ke dokter, dia didiagnosa menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Sekarang ini baru pulih. Suara baru keluar. Saya juga sempat tidak masuk kerja," ucap dia.

Bencana kabut asap dinilai sangat menyulitkan bagi penderita asma.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved