Empat Perusahaan di Sintang Disegel dan Dalam Status Penyelidikan

Empat Perusahaan di Kabupaten Sintang disegel dan dalam status penyelidikan. Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi sebut menjadi fokus utama.

Empat Perusahaan di Sintang Disegel dan Dalam Status Penyelidikan
TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Satu diantara lahan terbakar milik perusahaan yang disegel Polres Sintang. 

Empat Perusahaan di Sintang Disegel dan Dalam Status Penyelidikan

SINTANG- 4 Perusahaan di Kabupaten Sintang disegel dan dalam status penyelidikan. Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi sebut menjadi fokus utama, saat ditemui di Polres Sintang Sabtu (21/9/2019).

AKBP Adhe Hariadi mengatakan keempat perusahaan tersebut adalah PT. Sumber Hasil Prima (SHP) di Desa Mentatai, PT. Sintang Agro Mandiri (SAM) di Dusun Mulung Desa Lengkenat, PT. Jake Sarana di Dusun Ensibau Libau, dan PT. Grand Mandiri Utama, (GMU) di Dusun Ajax Desa Kelam Sejahtera.

"Jika kita temukan bukti yang mengarah pada unsur kesengajaan dari pihak perusahaan untuk membakar lahannya atau dari pihak perusahaan tidak ada upaya untuk pemadaman pada saat terjadi kebakaran. Kita akan tingkatkan menjadi penyidikan. Kemudian nanti akan ada sanksi pidana dan sanksi administrasi yaitu pencabutan izin dari pemerintah daerah," ujar Kapolres Sintang.

Baca: Polisi Segel Perkebunan Sawit Milik PT Dinamika Multi Perkasa di Kapuas Hulu

Baca: Dua Lahan Perusahaan Sawit Disegel, Pemda Sekadau Siap Sanksi Sesuai Aturan

Selain itu AKBP Adhe Hariadi juga mengatakan adanya kemungkinan jumlah perusahaan yang disegel tersebut bertambah.

Mengingat ada 15 Perusahaan konsesi diwilayah hukum Polres Sintang yang menurut data satelit terdapat hotspot. Sedangkan PT. Inma dilakukan penyelidikan oleh Polda KalBar

"Tapi di 15 perusahaan ini memang sebagian ada perusahaan yang sama cuma lokasi yang berada. Sementara untuk luas yang paling besar itu PT. SHP dengan luas sekitar 10 Hektare dan bukan merupakan lahan kebun. Tapi dari lahan masyarakat, nanti akan kita lihat apakah ini disengaja oleh masyarakat atau dari pihak perusahaan yang menyuruh masyarakat untuk membakar," tambahnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved