Dua Lahan Perusahaan Sawit Disegel, Pemda Sekadau Siap Sanksi Sesuai Aturan

Kasi Wilayah III Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Julian mengatakan terdapat 26 perusahaan yang terlibat dan satu milik perorangan.

Dua Lahan Perusahaan Sawit Disegel, Pemda Sekadau Siap Sanksi Sesuai Aturan
TRIBUNPONTIANAK/Tri Juliansyah
Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi turun langsung melakukan penyegelan terhadap lahan yang diduga terbakar di lahan konsesi milik satu di antara perusahaan sawit di Kabupaten Sekadau, Kamis (19/9). 

Dua Lahan Perusahaan Sawit Disegel, Pemda Sekadau Siap Sanksi Sesuai Aturan

SEKADAU- Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan khususnya kalimatan barat telah menjadi perhatian semua pihak. Terlebih Karhutla tidak hanya terjadi di Lahan milik perorangan tetapi juga terdapat di Lahan milik perusahaan.

Berdasarkan rilis yang disampaikan Kasi Wilayah III Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Julian mengatakan terdapat 26 perusahaan yang terlibat dan satu milik perorangan.

Sementara pada rilis tersebut pula di sebutkan ditetapkan sejumlah areal hutan dan lahan koorporasi Yang telah disegel.

Baca: Polres Sekadau Segel Lahan Konsesi Milik Satu di Antara Perusahaan Sawit

Baca: VIDEO: Polisi Segel Lahan Eks Karhutla di Punggur Kecil

Untuk di Kabupaten Sekadau terdapat satu perusahaan yang disegel.

Adapun lokasi kebun tersebut di Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau dengan luas lahan terbakar kurang lebih 4,8 hektare.

Sementara itu dari Polres Sekadau juga telah melakukan Penyegelan terhadap lahan kebakaran yang diduga berada di Konsesi perusahaan sawit lainnya.

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius mengatakan pemerintah daerah terus menghimbau perusahaan agar bersama mencegah Karhutla.

Namun jika memang terbukti ada yang terlibat dalam Karhutla tentu pemerintah daerah akan memberikan tindakan sesuai aturan yang berlaku.

"Tentu jika memang perusahaan tersebut terbukti dan dengan sebagai melakukan pembakaran di lahannya akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku. Jika memang ada dan memenuhi unsur tentu kita proses, intinya jangan mengkambing hitamkan masyarakat," katanya.

Intinya menurut Aloy, ia tidak ingin Karhutla ini terus menerus menjadikan masyatakat sebagai kambing hitam.

Pihaknya telah berupaya maksimal untuk menangani karhutla dan tidak ada yang ditutupi.

"Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian, TNI dan semuanya yang sudah berjibaku untuk melakukan pemadaman Karhutla. Semoga dua tiga hari kedepan turun hujan, karena kita sudah maksimal untuk mengatasi ini," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved