Jadi Petugas Pemadam Karhutla Harus Perhatikan Perlengkapan Keamanan Diri

Bertugas sebagai tim penyelamat dan penanggulangan bencana tidaklah mudah, salah perhitungan malah bisa membahayakan diri sendiri

Jadi Petugas Pemadam Karhutla Harus Perhatikan Perlengkapan Keamanan Diri
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kasi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak, Hariadi Saragih 

Jadi Petugas Pemadam Karhutla Harus Perhatikan Perlengkapan Keamanan Diri

PONTIANAK - Bertugas sebagai tim penyelamat dan penanggulangan bencana tidaklah mudah, salah perhitungan malah bisa membahayakan diri sendiri.

Oleh sebab itu, setiap tim reaksi cepat ataupun relawan kemanusiaan harus memperhatikan keselamatan diri sebelum turun kelokasi kejadian agar tidak menjadi korban dari bencana yang terjadi

Kasi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak, Hariadi Saragih menuturkan sebelum turun kelokasi perlu diperhatikan dari setiap tim rescue harus memenuhi standar sebagai penyelamat atau relawan yang berkerja dalam hal hal yang berkaitan dengan pekerjaan seperti ini.

Pertama harus menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD), relawan petugas harus memastikan sistem keamanan dirinya terlebih dahulu.

Baca: Dinas Pertanian Kalbar Siapkan Program Unggulan Antisipasi Karhutla

Baca: Edi Tantang Pemuda Ciptakan Alat Pemadam Karhutla

Baca: Bertengkar Hebat dengan Ussy Sulistiawaty, Andhika Pratama Bongkar Aib Rumah Tangganya

Sama halnya dengan petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus memastikan keamanan dirinya.

"Seperti petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan harus memastikan dirinya dengan alat pelindung diri, dalam kasus seperti ini yang paling utama adalah sepatu untuk melindungi dari panas dan binatang," ucap Harianto Saragih saat diwawancarai Tribun Pontianak, Jumat (20/9/2019).

Kemudian petugas harus mengenakan baju lengan panjang, masker , kaca mata, topi atau helm.

Apabila menggunakan alat kemamanan tidak standar, ditakutkan malah membahayakan diri.

Ia menuturkan dalam pemenuhan standar, misalnya untuk masker juga ada standarnya. Bukan masker seperti yang dipakai biasa atau yang kerab dibagikan dijalan-jalan..

Untuk pemadam kebakran harus masker khusus yang standar, guna menyaring partikel debu sehingga tidak masuk dalam saluran pernapasan.

"Alat pelindung diri dulu di utamakan seperti sepatu, baju lengan panjang, topi atau helm, kacamata dan masker yang standar. Cara dan teknik-teknik pemadam harus dikuasi, tidak boleh berlawanan dengan angin, supaya tidak terpapar oleh asap tersebut," tegasnya.

Namun saat terjadi Karhutla luas, ia tegaskan memang sulit. Tetapi yang paling penting adalah alat perlengkapan diri.

"Kita menyelamatkan orang prinsipnya adalah kita harus menyelamatkan diri sendiri baru menyelamatkan orang," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved