15-20 Sektor Perekonomian di Sintang Terdampak Kabut Asap, Ini Ungkapan Bupati Jarot

Lumpuhnya Bandara Tebelian Sintang, mengakibatkan banyaknya investor, wisatawan bahkan perjalanan dinas dibatalkan

15-20 Sektor Perekonomian di Sintang Terdampak Kabut Asap, Ini Ungkapan Bupati Jarot
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA WULANDARI
Bupati Sintang Jarot Winarno bersama stakeholder terkait saat konferensi pers hasil rapat koordinasi Karhutla, Kamis (19/9/2019) 

15-20 Sektor Perekonomian di Sintang Terdampak Kabut Asap, Ini Ungkapan Bupati Jarot

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan kabut asap yang melanda di Kabupaten Sintang berdampak pada perekonomian sangat besar. Ada 15-20 sektor yang terdampak kabut asap.

Melihat kondisi kualitas udara di Kabupaten Sintang yang masih berstatus Sangat Tidak Sehat yang kemudian berdampak pada meningkatnya jumlah penderita ISPA di kabupaten Sintang. Sektor ekonomi pun tak luput dari dampak Kabut Asap Karhutla.

Saat konferensi pers hasil rapat koordinasi Karhutla, Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan ada 15-20 sektor ekonomi yang terdampak.

Yang paling besar adalah penerbangan. Lumpuhnya Bandara Tebelian Sintang, mengakibatkan banyaknya investor, wisatawan bahkan perjalanan dinas dibatalkan.

Baca: Hingga Kini, Asap Masih Selimuti Kayong Utara

Baca: Petugas dan Relawan Damkar Pontianak Alami Sesak Saat Padamkan Api Karhutla

Sedangkan jika melalui jalur darat, jarak yang ditempuh dari Ibukota Provinsi Kalimantan Barat akan memakan waktu cukup lama. Ditambah dengan pekatnya kabut asap dari Pontianak menuju Sintang, mengakibatkan jarak pandang yang terbatas dan tentunya berbahaya bagi pengendara.

"Ditambah dengan kekeringan yang panjang dan putusnya BBM, ini kan memperlambat transportasi orang dan barang," ujar Jarot Winarno.

Pada sektor ekonomi dalam bidang usaha kecil menengah seperti cafe dan tempat makan lainnya pun mengalami penurunan omset. Hal ini dikarenakan masyarakat enggan keluar rumah akibat pekatnya kabut asap.

Untuk sektor informal juga mengalami dampak yang besar. Seperti tutupnya sekolah yang mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terhenti.

Sedangkan untuk nominal, Bupati Sintang Jarot Winarno belum dapat memastikan berapa nominal kerugian yang dialami, lantaran kabut asap yang masih akan terus melanda dan tidak dapat dipastikan sampai kapan. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved