Kabut Asap Tebal di Mempawah Ganggu Aktivitas Pengerjaan Terminal Kijing

Saat ini, kawasan bibir pantai di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah menjadi salah satu wilayah yang diselimuti kabut asap tebal.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ASHORY
Kabut asap tebal menyelimuti areal pengerjaan Terminal Kijing menghambat proses pemancangan tiang beton di laut, Kamis (19/8/2019). 

Kabut Asap Tebal di Mempawah Ganggu Aktivitas Pengerjaan Terminal Kijing

MEMPAWAH - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Barat mengakibatkan sebagian besar wilayah diselimuti kabut asap tebal. Di Kabupaten Mempawah, tebalnya kabut asap mengganggu proses pengerjaan Terminal Kijing.

Saat ini, kawasan bibir pantai di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah menjadi salah satu wilayah yang diselimuti kabut asap tebal.

General Manager PT Pelindo II Cabang Pontianak, Adi Sugiri mengatakan saat ini pembangunan Terminal Kijing sedang memasuki tahap pemancangan tiang treastle, Kamis (19/9/2019).

Dampak dari kabut asap, kata Adi, secara umum memang tidak berpengaruh besar terhadap proses pengerjaan pelabuhan internasional tersebut, namun kendalanya dilapangan ketika pekerja sedang melakukan pemancangan. 

Baca: Pembangunan Pelabuhan Kijing Capai 23 Persen, Target Beroperasi 2020 Mendatang

Baca: Pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing Capai 23 Persen, Lahan 7,7 Hekatare Masih Terkendala

Secara rinci, Adi menjelaskan, pemancangan yang dilakukan tidak boleh sembarang, harus dilakukan secara presisi dan dengan akurasi yang tepat, oleh karena kabut asap yang tebal di bibir pantai mempengaruhi kinerja para tenaga ahli.

"Secara operasional umum mungkin tidak terganggu, tapi kalau pekerjaan yang sifatnya pemancangan, karena itu butuh akurasi yang baik dari sisi arah angin, jarak pandang dan keselamatan, dengan adanya kabut asap tebal ini prosesnya terhambat," ungkapnya. 

Baca: Pelabuhan Kijing Berskala Internasional Akan Mendongkrak Perekonomian Kalbar

Baca: Pelabuhan Kijing Beroperasi Potensi Pemasukan Kalbar Hingga Rp 500 Miliar

Kendati terhambat kabut asap, pengerjaan pelabuhan internasional tersebut terus berlanjut, para pekerja sudah secara proporsional melakukan aktivitas pengerjaan sesuai dengan target yang diberikan.

"Target kita secepatnya selesai, tapi untuk tahap awal pengerjaan dermaga sepanjang 1 kilometer akan kita kejar dulu, diperkirakan akan selesai Juni 2020 mendatang," tandasnya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved