Gelar Pelatihan Tata Rias Pengantin, Pemkab Sambas Serius Tingkatkan Kemampuan Generasi Muda

Satono mengatakan Pemda Sambas dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sambas serius untuk meningkatkan keterampilan masyarakat

Gelar Pelatihan Tata Rias Pengantin, Pemkab Sambas Serius Tingkatkan Kemampuan Generasi Muda
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Sekda Kabupaten Sambas, Satono saat memberikan materi di pelatihan ketrampilan masyarakat. 

Gelar Pelatihan Tata Rias Pengantin, Pemkab Sambas Serius Tingkatkan Kemampuan dan Keahlian Generasi Muda

SAMBAS - Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Sekda Kabupaten Sambas, Satono mengatakan Pemda Sambas dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sambas serius untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.

Untuk itu, di laksanakan kegiatan pelatihan untuk masyarakat Kabupaten Sambas dalam rangka meningkatkan kemampuan atau life skill.

"Hari saja saya menutup pelatihan tata rias pengantin untuk masyarakat sambas yang dilaksanakan di balai latihan tenaga kerja yang selama sepuluh hari dilaksanakan," ujarnya, Rabu (18/9/2019).

Baca: Laksanakan Shalat Istisqa di Mapolres Sambas, Kapolres Beberkan Hal Ini

Bukan hanya pelatihan tata rias pengantin, Satono mengungkapkan jika masih banyak pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Sambas.

Khususnya melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sambas seperti menjahit, kursus komputer dan pembengkelan.

"Bahkan dua bulan lalu ketikas aya masih menjabat Sekretaris dinas tenaga kerja Kabupaten Sambas, saya telah mengirim 20 peserta untuk ikut pelatihan sebulan di Bandung yang dibayar melalui APBN dengan jurusan otomotif manufaktur dan lain sebagainya," bebernya.

Baca: Dapat Bantuan Freezer dari Pemerintah, Ini Ungkapan Nelayan Sambas

Ia melanjutkan, jika nanti juga akan ada lagi pelatihan yang akan di laksanakan.

"Insyallah bulan depan kita juga mengirim masyarakat kabupaten Sambas untuk mengikuti pelatihan di luar daerah, hal ini karena komunikasi kita dengan pihak luar terjalin dengan baik sehingga kita selalu bisa mengirim masyarakat kita untuk mengikuti pelatihan-pelatihan di luar daerah," katanya.

Tidak hanya di Sambas, ia katakan jika pelatihan juga akan di laksanakan di luar Kabupaten Sambas. Dengan cara di kirim ke luar kota.

"Kita tidak ingin masyarakat kita saat bekerja hanya mengandalkan otot saja, bayangkan sekitar 23 ribu masyarakat Sambas menjadi TKI yang hampir rata-rata pendidikan hanya SMP dan tidak memiliki skill," katanya.

Baca: Resmi Dilantik, Ini Satu Nama Anggota DPRD Sambas Dari Partai Perindo

Kedepannya ia ingin masyarakat kita yang bekerja baik dalam maupun luar negeri memiliki keahlian sehingga gaji yang mereka dapatkan tentu lebih baik.

Sambas juga akan menghadapi bonus demografi yang akan terjadi dan perdagangan masyarakat ekonomi Asean (MEA). Oleh karenanya, persiapan itu harus di lakukan sejak dini untuk mempersiapkan generasi mendatang.

"Jika sejak sekarang kita tidak mempersiapkan segala sesuatunya, dikhawatirkan masyarakat kita hanya menjadi penonton dan sasaran konsumen saja," tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved