Tak Hanya Mengecek Titik Hotspot, Polres Sintang Juga Lakukan Penyegelan dan Penyelidikan

Polres Sintang juga mengundang manajemen perusahaan guna untuk memberikan keterangan terkait lahan tersebut.

TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Kapolres Sintang beserta jajaran saat meninjau titik hotspot yang berlokasi perkebunan PT. Jake Sarana Dusun Ensibau Libau, Desa Nanga Libau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Minggu (15/9/2019) sore. 

Tak Hanya Mengecek Titik Hotspot, Polres Sintang Juga Lakukan Penyegelan dan Penyelidikan

SINTANG- Menindaklanjuti permasalahan kabut asap yang semakin parah akibat kesengajaan oknum-oknum tertentu yang membuka areal lahan dengan cara dibakar.

Kapolres Sintang bersama dengan Personil didampingi oleh Kasdim 1205 melakukan pengecekan titik hotspot yang berlokasi perkebunan PT. Jake Sarana Dusun Ensibau Libau, Desa Nanga Libau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Minggu, (15/9/2019) sore.

Adapun tujuan dari pengecekan yang dipimpin Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi, ini tidak hanya mengecek titik hotspot yang berada di area tersebut.

Baca: Polres Sambas Segel Lahan Perusahaan Sawit di Galing, Kebakaran Diperkirakan Capai 20 Hektare

Baca: Karhutla, Polisi Segel PT. GMU di Sintang

Tetapi juga melakukan pemasangan tanda pelarangan menggunakan lahan / areal yang terdampak dari karhutla di Dusun Ensibau Libau Desa Nanga Libau Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. serta untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah tertulis jelas disitu PERHATIAN AREAL INI DALAM PROSES PENYELIDIKAN UNIT III TIPIDTER SAT RESKRIM POLRES SINTANG, yang artinya areal yang masuk kedalam tanda pelarangan ini tidak boleh digunakan dahulu untuk aktifitas berladang atau sejenisnya karena masih dilakukan penyelidikan terhadap tersangka pembakaran lahan di area ini,” tegas Kapolres Sintang.

AKBP Adhe Hariadi mengatakan tindakan seperti ini merupakan peringatan keras kepada oknum-oknum tertentu baik itu dari masyarakat maupun perusahaan-perusahaan tertentu yang masih saja berulah.

Sehingga jika tertangkap tangan maka sanksi akan diberlakukan sesuai pasal yang ada.

Diketahui bahwa lahan tersebut masuk dalam kepemilikan Tarcisius Aloysius, dan saat ini sedang diminta untuk menyerahkan salinan surat tanda kepemilikan lahan kepada unit III Tipidter untuk dilakukan penyelidikan.

Polres Sintang juga mengundang manajemen perusahaan guna untuk memberikan keterangan terkait lahan tersebut.

Tak lupa Kapolres Sintang menghimbau kepada seluruh warga khususnya di Kab. Sintang, untuk selalu menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah.

Mengingat status kualitas udara di Kabupaten Sintang Sangat Tidak Sehat. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved