Polusi Asap Terus Melanda, Kodam XII TPR Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama Mohon Ampunan

Kodam XII Tanjungpura melaksanakan Sholat Istisqo dan doa bersama untuk meminta hujan di karenakan Kebakaran Hutan dan Lahan

Polusi Asap Terus Melanda, Kodam XII TPR Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama Mohon Ampunan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Salat Istisqa yang digelar di Makodam XII Tanjungpura, Jalan Mayor Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (17/9/2019) pagi. Selain berdoa agar diturunkan hujan, umat juga meminta perlindungan agar tidak terdampak penyakit akibat asap Karhutla. 

Polusi Asap Terus Melanda, Kodam XII TPR Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama Mohon Ampunan

KUBU RAYA - Kodam XII Tanjungpura melaksanakan Sholat Istisqo dan doa bersama untuk meminta hujan di karenakan Kebakaran Hutan dan Lahan yang masih terus terjadi di Kalimantan Barat yang mengakibatkan bencana Kabut asap masih terus menyelimuti hampir seluruh kabupaten Kota di kalbar,

Bertempat di halaman Makodam XII Tanjungpura, ratusan personel TNI dari Kodam XII bersama beberapa element masyarakat melaksanakan Sholat Istisqo dengan harapan hujan turun membasahi tanah kalimantan yang sejak 2 bulan terakhir kering dan terbakar.

Walaupun kondisi saat pelasanaan Sholat dalam keadaan kabut asap yang tebal, dengan jarak pandang hanya beberapa ratus meter yang membuat mata dan hidung perih dan dada sedikit sesak, pelasanaan sholat berlangsung khusuk.

Dalam doanya, Ustad Luqmanul hakim Pengasuh Pondok Pesantren Modern Munzalan Ashabul Yamin yang berlaku sebagai imam memohon ampun kepada Allah SWT atas berbagai dosa yang telah di perbuat.

Baca: FOTO: Salat Istisqa Bersama Minta Hujan di Makodam XII Tanjungpura Jalan Mayor Alianyang Kubu Raya

Baca: Sebelum Tinjau Kebakaran Hutan di Riau, Presiden Jokowi Laksanakan Salat Istisqa

Baca: Kapolda Kalbar Ajak Seluruh Masyarakat Salat Istisqa, Berdoa Minta Hujan

"Ya Allah, kami mencintai negeri ini Ya Allah, kami mencintai tanah Air kami ya Allah, kami mencintai negeri ini Ya Rabb, negeri ini juga didirikan dengan takbir, negeri ini juga didirkan dengan pengorbanan Ya Rabb,kami ingin juga berbuat sesuatu untuk negeri ini ya Rabb, izinkan kami berbuat sesuatu untuk negeri yang sangat kami cintai ini, izinkan kami berbuat sesuatu untuk Indonesia Raya ini Ya Rabb, jangan kau siksa Indonesia ini Ya Allah jangan kau azab Indonesia ini Ya Rabb, karena anak cucu kami akan melanjutkan dakwah kami, anak cucu kami akan melanjutkan perjuangan ini mempertahankan tanah air ini Ya Allah,''

"Ya Allah,izinkan kami menjadi hamba yang bertaqwa, izinkan kami mnejadi hamba yang taat tunduk dan patuh padamu, ya Allah kami percaya dan yakin engkaulah yang Maha Menurunkan Hujan, Engkau Yang Maha Bisa menurunkan hujan, Engkau Yang Maha bisa menyelematkan kami dari asap Karhutla ini ya Allah,"katanya dalam doanya.

Setelah selesai Salat ustad Luqmanul hakim mengatakan bahwa poin penting dalam istisqo adalah meminta air, meminta hujan dan syarat mutlak untuk meminta hujan yaitu Istigfar atau meminta ampun.

"Istisqo itu dari kata - kata Istasqo Yas Tasqi, artinya meminta air, meminta hujan, nah, syarat mutlak untuk meminta hujan itu istigfar, meminta ampun, jadi minta ampun sama dengan hujan, gitulah kira - kira rumus sederhanannya,"

"Maka kalau ditanya apa yang harus di sampaikan kepada umat. melalui berita ini, jadi kita mengajak umat untuk beriman ramai - ramai, bertaqwa ramai - ramai,"jelasnya.

ia menekankan, sebagai manusia hendaknya kita tidak sombong dan merasa hebat.

"Mintalah ampun sama Allah, kita itu lemah, kita itu ndak ada apa - apanya, ndak ada yang bisa kita sombongkan, baru di kasi gini saja udah lemah, nah tidak ada yang bisa mendatangkan hujan selain Allah, tidak ada yang bisa mendatangkan ampunan, jadi dengan kita merasa kecil kita merasa hina. we are nothing, kita ndak ada apa apanya, Allah is Everthing, jadi ketika kita merasa hina merasa kecil hitam, merasa kotor, merasa ndak punya apa - apa, disaat itulah Allah akan mendatangkan ampunan, jadi ketika kita merencah di hadapan Allah, maka pertolongan Allah datang, ketika kita meninggi dihadapan Allah, maka pertolongannya pergi,"jelasnya

Kemudian, Mayor cpl Slamet Kasi Rohis Bintal Dam XII TPR mengatakan bahwa di waktu yang sama secara serentak seluruh bimbingan rohani keagamaan di Kodam XII tanjungpura melaksanakan doa bersama sesuai dengan agama dan keyakinan masing - masing,

"Kami selaku anggota Bintal pembinaan mental itu ada Rohani islam, ada rohani Kristen katolik, Protestan,Rohani Hindu dan Budha, hari ini sama - sama pada pukul 08.00 melaksanakan doa bersama bermuasabah kepada Allah dengan niat yang pertama semoga Allah turunkan hujan, yang kedua semoga kita diselamatkan dari bahaya Asap kebakaran hutan dan lahan khususnya di Kalimantan Barat, umumnya Indonesia, kita manusia tida punya kekuatan apa - apa, kecuali hanya kekuatan Allah yang menolong kita disaat kita tak berdaya, ajdi kami mengajak kepada seluruh Makodam Tanjungpura untuk lebih meningkatkan lagi iman dan Taqwanta,"harapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved