Beredar Surat Pengunduran Diri Bupati Bengkayang di Medsos, Ini Tanggapan Pengamat Politik Untan

Jadi surat itu adalah bentuk tanggung jawab dia kepada masyarakat Kabupaten Bengkayang, yang memilih dia secara langsung tahun 2016 lalu

Beredar Surat Pengunduran Diri Bupati Bengkayang di Medsos, Ini Tanggapan Pengamat Politik Untan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Dr. Jumadi 

Beredar Surat Pengunduran Diri Bupati Bengkayang di Medsos, Ini Tanggapan Pengamat Politik Untan

PONTIANAK -Pasca OTT KPK, beredar di media sosial, secarik kertas berisikan surat pengunduran diri Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot.

Menanggapi hal itu, pengamat Politik Fisipol, Universitas Tanjungpura, Dr Jumadi mengatakan, jika surat pengunduran diri yang beredar itu benar maka Suryadman Gidot pantas diberikan apresiasi, sebab sudah mempertanggungjawabkan apa yang telah dua lakukan.

"Saya pikir itu adalah bentuk pertanggung jawaban dan konsekuensi atas apa yang dilakukan. Sebab, kalau kita mengacu ke undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, kepala daerah itu bisa berhenti karena tiga hal, pertama karena meninggal dunia, artinya berhalangan tetap, yang kedua itu karena ada permintaan sendiri, artinya mengundurkan diri, dan ketiga diberhentikan," jelasnya, kepada Tribun, Minggu (8/9/2019).

Jumadi menilai, sebenarnya kasus yang menimpa Gidot saat ini sama saja dengan kepala daerah yang terkena OTT lainnya, dalam konteks kasusnya kata dia, kalaupun Gidot tidak membuat surat pengunduran diri tetap akan diberhentikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca: Eddy: Hingga Jumat DPRD Bengkayang Belum Terima Surat Pengunduran Diri Bupati Gidot

Baca: Beredar Surat Pengunduran Gidot Sebagai Bupati, Sutarmidji: Saya belum Terima Surat Pengundurannya

"Karena sudah melanggar sumpah dan janji jabatan, itu salah satu pointnya, melakukan perbuatan tercela, dan masih ada yang lain, dua itu saja sudah masuk. Apalagi sekarang komitmen pemerintah, siapapun yang melakukan tindakan korupsi itu, Kemendagri akan langsung memberhentikan, tapi kita tentu memberikan apresiasi kepada Pak Gidot kalau memang betul surat itu dibuat oleh dia," tuturnya.

Jumadi menegaskan, walaupun tanpa surat itu Pak Gidot akan tetap di berhentikan, karena sudah memenuhi dua unsur tadi, yakni melanggar sumpah jabatan, dan melakukan perbuatan tercela.

"Jadi surat itu adalah bentuk tanggung jawab dia kepada masyarakat Kabupaten Bengkayang, yang memilih dia secara langsung tahun 2016 lalu," kata Jumadi.

"Kalau memamg surat itu tidak benar dibuat oleh Pak Gidot, itu pasti perbuatan tangan-tangan jahil yang sedang mencari sensasi politik, memanfaatkan situasi dengan membentuk isu-isu baru," sambungnya.

Jumadi menilai, jika ada oknum yang sengaja membuat surat itu, dalam artian itu bukan buatan Gidot, itu tidak akan berpengaruh apa-apa, sebab ada atau tidak ada surat itu tetap saja Gidot diberhentikan.

Baca: Demokrat Akan Sampaikan Pengganti Suryadman Gidot

Baca: Tersandung Kasus Narkoba,Warga Pontianak Ditangkap di Sintang

"Sebab yang namanya di OTT oleh KPK, Kemendagri itu tidak akan mengambil resiko, tetap akan diberhentikan. Jangankan di Kemendagri, di partai pun akan di berhentikan dalam instruktur, apalagi posisi Pak Gidot ini ketua partai, hampir semua partai, ketika ketuanya terkena OTT akan diberhentikan, karena itu sudah komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi yang menajdi kejahatan yang luar biasa," tururnya.

Jumadi sedikit menyangsikan keaslian surat tersebut, meski mengaku tidak bisa memastikan keaslian, dia menilai, minimal surat tersebut harus di bubuhi materai, atau pengunduran diri yang dilakukan Gidot disampaikan melalui kuasa hukum.

"Kalau kita lihat isi surat itu, semestinya ada materai, untuk membuktikan keasliannya, paling tidak ada legalitas disitu, atau paling tidak itu diberikan oleh pengacaranya langsung kepada DPRD, atau konferensi pers misalnya, untuk menjamin ke asliannya," pungkas Jumadi.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved