Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif, Kedepankan Kearifan Lokal

Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh Bawaslu untuk meningkatkan bentuk pengawasan pemilu dengan pendekatan adat istiadat dan budaya.

Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif, Kedepankan Kearifan Lokal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NUR IMAM SATRIA
Foto bersama, Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Ruhermansyah dan Komisioner Bawaslu Kabupaten Ketapang dan tamu undangan pada kegiatan pengawasan partisipatif dengan pendekatan kebudayaan dan kearifan lokal yang digelar di Hotel Aston Ketapang 

Tingkatkan Pengawasan Pemilu, Bawaslu Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Kedepankan Kearifan Lokal

KETAPANG - Bawaslu Kabupaten Ketapang baru saja menggelar sosialisasi Pengawasan Partisipatif melalui Sarana Kebudayaan yang mengedepankan kearifan Lokal, yang digelar di Hotel Aston Ketapang. Kamis (12/09/2019).

Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh Bawaslu untuk meningkatkan bentuk pengawasan pemilu dengan pendekatan adat istiadat dan budaya.

"Jadi kita harapkan dengan kearifan lokal ini kita bisa bersama-sama peran masyarakat untuk melakukan pengawasan partisipatif ini dapat terbina, dapat dilaksanakan sehingga Pilkada 2020 nanti akan berjalan dengan aman, baik dan damai," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Ketapang, Nuriyanto.

Oleh karena itu menurut Nuriyanto dalam pengawasan partisipatif dengan kearifan lokal ini segmentasinya yaitu dengan multi etnis, multi budaya dan multi agama. Untuk itu pada hari ini pihaknya mengundang dari beberapa Tokoh adat, Tokoh Masyarakat, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Ketapang dan beberapa Sanggar di Kabupaten Ketapang.  

Baca: Penjelasan Bawaslu Kalbar Terkait Metode Pengawasan Partisipatif dengan Kearifan Lokal

Baca: Bawaslu Harap Anggota DPRD Sintang Dapat Wujudkan Harapan Masyarakat

Baca: Bawaslu Pastikan Penggantian Anggota DPRD Provinsi Terpilih dari Gerindra Sesuai Prosedur

"Mengapa tema ini kita anggap begitu penting karena dengan kearifan lokal ini kita dapat bersama-sama, karena muara nya segala sesuatu itu pasti dari bawah. Jadi dengan kearifan lokal ini semua yang budaya kalau seperti syair gulung itu juga dapat mengawal proses demokrasi ini," paparnya.

"Yang kami harapkan dengan adanya pengawasan partisipatif ini semua masyarakat dapat menjadi CCTV bagi Bawaslu. Karena kalau semua masyarakat, semua etnis semua kearifan lokal ini ikut mengawasi pemilu maka slogan kami 'bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu' ini dapat berjalan dengan baik," tandasnya. 

Udate berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved