Jumadi: Wakil Ketua DPRD dari NasDem Harus Punya Kapasitas Leadhership

Saya yakin juga DPP akan memilih orang yang bisa mempresentasikan kapasitasnya untuk duduk sebagai Wakil Ketua di DPRD

Jumadi: Wakil Ketua DPRD dari NasDem Harus Punya Kapasitas Leadhership
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Akademisi FISIP Untan, Dr. Jumadi, M.Si 

Jumadi: Wakil Ketua DPRD dari NasDem Harus Punya Kapasitas Leadhership

PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Jumadi, Ph.D menilai siapapun yang akan jadi Wakil Ketua DPRD Provinsi di Kalbar dari NasDem harus punya kapasitas leadhership.

Berikut penuturannya.

Saya melihat jika bicara efek ekor jas, perolehan NasDem yang agak meningkat dibanding pemilu sebelumnya tidak terlalu besar, efek ekor jas ada namun tidak signifikan.

Berbeda dengan perolehan misalnya PDI Perjuangan. Secara langsung maupun tidak langsung efek ekor jasnya nampak.

Jadi saya lihat memang tidak lepas dari sistem dan mesin partai yang bekerja cukup baik menurut saya. Bangunan sistemnya dan mesin partai serta semua dilini kader bekerja maksimal.

Dan inilah kemudian hasilnya bisa kita lihat. Kalaupun perolehan suara NasDem dbawah beberapa, tapi loncatan suara dan kursi se-Kalbar termasuk yang paling tinggi. Artinya sistem, kader betul-betul bekerja serius.

Baca: Subhan Nur Dukung Syarif Amin Jadi Wakil Ketua DPRD dari NasDem

Baca: VIDEO: Syarif Amin Siap Jadi Wakil Ketua DPRD Kalbar dari NasDem

Sebagai partai yang baru mendapat unsur pimpinan semestinya tidak ada masalah, tidak terlalu berpengaruh. Karena siapapun yang memenuhi syarat unsur pimpinan layak.

Saya yakin juga DPP akan memilih orang yang bisa mempresentasikan kapasitasnya untuk duduk sebagai Wakil Ketua di DPRD.

Tiga orang ini kader terbaik NasDem semua, mereka berpengalaman di DPRD, jadi menurut saya dari tiga itu dengan kelebihan dan kekurangannya punya kapasitas, tinggal kembali ke DPP untuk mempertimbangkan.

Yang penting menjadi unsur pimpinan bisa mengkoordinir, membangun komunikasi yang baik dengan unsur pimpinan yang lain, bisa memimpin agenda-agenda kedewanan, itu mesti dimiliki, punya kapasitas leadhership.

Kinerja diukur soal dimana mampu menjalankan tugas fungsi, yakni legislasi, budgeting dan pengawasan, dan memang mesti bisa bermitra. (dho)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved